PT Vale Gandeng Dua Mitra Cina Bangun Fasilitas Pengolahan Nikel Bahodopi

CEO Vale Indonesia, Febriany Eddy, di Jakarta menandatangani perjanjian kerjasama dengan dua mitra, TISCO dan Xinhai, Kamis (24/6/2021), FOTO: DOK. PT VALE INDONESIA

SultengTerkini.Com, JAKARTA– PT Vale Indonesia Tbk (PTVI) bersama dua mitra kerja, Taiyuan Iron & Steel (Grup) Co Ltd (TISCO) dan Shandong Xinhai Technology Co Ltd (Xinhai) menandatangani dokumen perjanjian kerjasama proyek untuk fasilitas pengolahan Nikel Bahodopi, di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Febriany Eddy, CEO Vale Indonesia di Jakarta, Wei Chengwen, Presiden TISCO dan Wang Wenlong, Ketua Xinhai Technology di Shanghai.

Idul Adha PT IMIP

Penandatanganan perjanjian kerjasama yang dilakukan pada Kamis (24/6/2021) itu, disaksikan secara langsung dan online oleh CEO Vale, Eduardo Bartolomeo, Ketua Cina Baowu, Chen Derong, Ketua Dewan Xinhai Technology, Wang Wenguang, Presiden Komisaris PTVI dan Wakil Presiden Eksekutif untuk Base Metals dengan Vale, Mark Travers.

Dalam perjanjian kerangka kerjasama itu, PTVI, TISCO dan Xinhai telah menyepakati secara prinsip beberapa hal utama terkait proyek tersebut.

Pertama, kata Chief Executive Officer (CEO) Vale Indonesia, Febriany Eddy, PTVI, TISCO dan Xinhai akan membentuk perusahaan patungan (JV Co) untuk membangun fasilitas pengolahan nikel di Xinhai Industrial Park, Morowali.

Kedua, JV Co akan membangun delapan lini pengolahan feronikel rotary kiln-electric furnace dengan perkiraan produksi sebesar 73.000 metrik ton nikel per tahun beserta fasilitas pendukungnya.

“Ketiga, semua pihak menyetujui bahwa PTVI akan memiliki 49% saham JV Co dan Mitra akan memiliki 51% saham,” kata Febriany, Kamis (24/6/2021).

Keempat, semua pihak menyetujui bahwa kebutuhan listrik akan bersumber dari pembangkit listrik tenaga gas untuk mendukung komitmen PTVI dalam mengurangi emisi karbon.

Selain itu, Febriany mengatakan, semua pihak juga menyepakati bahwa dalam jangka waktu enam bulan sejak ditandatanganinya perjanjian ini, akan menyelesaikan semua persyaratan teknis dan finansial yang diperlukan, untuk mengambil keputusan investasi final.

“Kami menghargai bahwa mitra kami telah mendukung agenda rendah karbon Vale dengan menyepakati perubahan rencana dari pembangkit listrik tenaga batubara menjadi gas,” ujarnya.

“Kami percaya perjanjian ini merupakan bukti keselarasan komitmen keberlanjutan kami, dimana hal ini sangat penting bagi PT Vale. Kami yakin bahwa ketiga  pihak akan saling melengkapi,” kata Febriany menambahkan.

Sementara, Presiden Komisaris PTVI sekaligus Wakil Presiden Eksekutif untuk Base Metals dengan Vale, Mark Travers mengatakan, perjanjian kerjasama ini merupakan kesempatan yang signifikan bagi Vale dan Indonesia.

“Perjanjian ini merupakan kesempatan yang signifikan bagi Vale dan bagi Indonesia,” kata Mark Travers.

Menurut Mark, PT Vale bangga dengan sejarahnya sebagai investor dan mitra jangka panjang di Indonesia.

“Komitmen untuk memperluas operasi kami di Indonesia, dibangun sejak dahulu untuk mendukung masa depan yang berkelanjutan, baik dari sisi bisnis kami maupun untuk negara,” jelasnya.

Mark mengatakan, PT Vale percaya bahwa Indonesia akan memainkan peran utama di masa depan dalam industri nikel.

“Kami percaya Indonesia akan memainkan peran utama di masa depan dalam industri nikel dan kami berkomitmen menjadi pemain yang terpercaya dan bertanggung jawab dalam menciptakan nilai dan peluang di masyarakat dimana kami beroperasi,” pungkasnya. ROI

Idul Adha PT CPM

News Feed