1 Juni, Kepesertaan JKN-KIS di Sulteng Capai 83,62% dari Total Penduduk

PENJABAT Sekretaris Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Mulyono memimpin Rapat Koordinasi Tim Kemitraan Perlindungan Jaminan Kesehatan Bagi Pekerja Tingkat Provinsi Sulteng tahap 1 bertempat di sebuah hotel Jalan Mohammad Hatta, Kota Palu, Kamis (24/6/2021). FOTO: BIRO ADPIM

SultengTerkini.Com, PALU– Penjabat Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Tengah (Sulteng), Mulyono memimpin Rapat Koordinasi (rakor) Tim Kemitraan Perlindungan Jaminan Kesehatan Bagi Pekerja (Perjaka) Tingkat Provinsi Sulteng tahap 1 bertempat di sebuah hotel Jalan Mohammad Hatta, Kota Palu, Kamis (24/6/2021).

Dalam rakor itu, Penjabat Sekprov Mulyono didampingi Deputi Direksi Wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara, Medianti Ellya Permatasari.

Idul Adha PT IMIP

Kepala Cabang BPJS Palu, Wahidah dalam keterangannya mengatakan, Tim Kemitraan Perjaka merupakan wadah koordinasi kemitraan dan sosialisasi bersama kebijakan antar pemangku kepentingan dalam rangka kepastian perlindungan jaminan kesehatan bagi pekerja badan usaha dan anggota keluarga.

Dia mengatakan, tujuan Tim Kemitraan Perjaka adalah terwujudnya perlindungan kesehatan optimal, tercapainya komunikasi yang baik serta media koordinasi antar instansi serta lembaga dalam monitoring dan evaluasi.

Dalam rakor Tim Kemitraan Perjaka pembahasan utama terkait kepesertaan JKN-KIS, tunggakan dan sanksi yang akan dikenakan.

Dimana berdasarkan data sampai 1 Juni 2021, cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Sulteng mencapai 2.517.776 jiwa atau 83,62% dari jumlah penduduk pada semester II tahun 2020.

Jumlah badan usaha yang terdaftar di Sulteng 2.073, sementara peserta hingga 18 Juni 2021 mencapai sebanyak 163.051. Sementara kondisi piutang badan usaha di Sulteng sebesar Rp 935.827.973.

Untuk itu, pihak BPJS Kesehatan mengharapkan adanya tindak lanjut dan dukungan berupa penerbitan regulasi provinsi terkait kepatuhan badan usaha, dukungan dalam program tim perjaka lapor-sidak, sosialisasi bersama dan sebagainya.

Selain beberapa pembahasan itu, juga terdapat beberapa masukan dan sumbang saran yang disampaikan oleh Ketua Ketua KSBSI Sulteng, Ketua FSPNI Sulteng serta pejabat terkait lainnya.

Sebelum menutup rakor, Penjabat Sekprov berharap ide-ide cemerlang yang telah disampaikan dapat ditindaklanjuti dan tidak berhenti seiring dengan berakhirnya kegiatan tersebut serta lebih diintensifkannya pertemuan dan komunikasi untuk mendapatkan hasil terbaik.

Turut hadir dalam rapat Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulteng, Kabid Pengawasan Hubungan Industrial Disnakertrans, Asdep Bidang Pengelolaan Kinerja Kancab BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Sulut, Sulteng, Kepala BPJS Kesehatan Luwuk, Ketua KSBSI, Ketua SBSI, Ketua FSPNI serta pejabat terkait lainnya. CAL

Idul Adha PT CPM

News Feed