oleh

Bea Cukai Palu Musnahkan 162.321 Batang Rokok Ilegal

GUBERNUR Sulawesi Tengah, Longki Djanggola bersama pihak Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Tipe Madya Pabean C Pantoloan, Kota Palu, Sulawesi Tengah memusnahkan 162.321 batang rokok ilegal hasil penindakan 2020, Kamis (10/6/2021). FOTO: BIRO ADPIM

SultengTerkini.Com, PALU– Pihak Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Pantoloan, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) memusnahkan 162.321 batang rokok ilegal dan minuman beralkohol hasil penindakan 2020.

“Barang bukti hasil penindakan yang dimusnahkan terdiri dari 162.321 batang rokok ilegal, 115 botol hasil pengolahan tembakau lainnya dan 1.157 botol minuman mengandung etil alkohol,” kata Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Pantoloan, Alimuddin Lisaw di sela pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) hasil penindakan 2020 di Palu, Kamis (10/6/2021).

Melalui kegiatan pemusnahan ini kata Alimuddin, Bea Cukai ingin menunjukkan pesan kepada para pelaku pelanggaran bahwa pihaknya tidak sendiri.

“Kami didukung oleh seluruh kementerian lembaga dalam penegakan hukum ini. Dalam prosesnya Bea Cukai selalu melibatkan dan selalu didukung oleh seluruh penegak hukum, baik TNI, Polri, serta pemda, dan hal tersebut kami sangat butuhkan, karena kami sadar kami tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari seluruh stakeholder,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu Gubernur Sulteng, Longki Djanggola sangat mengapresiasi jajaran Bea Cukai Pantoloan, Luwuk, Morowali, atas kerja kerasnya selama ini yang terbukti nyata untuk mencegah kerugian negara.

Selain itu juga mengakselerasi sektor perdagangan dan industri, meningkatkan pendapatan negara dari pengiriman ke pabeanan dan cukai serta melindungi bangsa dan negara dari dampak negatif barang impor ilegal, khususnya Sulteng.

Gubernur Longki pun mengucapkan terima kasih kepada pihak Bea Cukai karena telah banyak membantu eksplore barang-barang Sulawesi Tengah.

“Semoga dengan peningkatan nilai ekspor, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah bisa lebih  meningkat. Kita harus bangga, Sulawesi Tengah merupakan salah satu dari tiga daerah di Indonesia yang pertumbuhan ekonominya positif, dan salah satu memberi kontribusi ialah nilai ekpor,” kata Gubernur Longki.

Sebelum melakukan pemusnahan barang sitaan, Bea Cukai Pantoloan Palu melakukan pencanangan pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani.

Kegiatan itu dihadiri Kepala Satuan kerja lingkup Kementerian Keuangan di Sulteng, Kakanwil Perbendaharaan Sulawesi Tengah, Direktur Polairud Polda Sulteng, Dandim, Denpom, Kapolres Palu, danramil, serta pejabat instansi terkait lainnya. CAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 7 times, 1 visits today)

News Feed