oleh

Pembacokan di Jembatan Lalove Palu, Lima Remaja Ditangkap Polisi

TERKAIT kasus pembacokan di Jembatan Lalove Palu, lima remaja ditangkap polisi. FOTO: POLRES PALU

SultengTerkini.Com, PALU– Tim Opsnal Unit Satuan Resese Kriminal (Satreskrim) Palu Barat berhasil menangkap lima remaja diduga terkait kasus pembacokan terhadap Mahfud Safar (20) saat sedang berswafoto di Jembatan Lalove, Kota Palu, Senin (31/5/2021) malam sekira pukul 23.45 Wita.

Kapolres Palu, AKBP Riza Faisal mengatakan, penangkapan itu berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP-B/102/VI/2021/Sulteng/Res-Palu/Sek-Palbar.

“Mereka yang ditangkap yakni berinisial BA, FS, S, serta dua oknum pelajar TR dan MR,” kata Kapolres Riza, Rabu (2/6/2021).

Dia mengatakan, dari lima orang ditangkap itu, tiga orang diantaranya ditetapkan sebagai tersangka yakni BA, FS dan MR, sedangkan TR dan S berstatus saksi.

Kapolres mengatakan, penangkapan berawal dari informasi Polsek Palu Selatan pukul 00.30 Wita telah diamankan dua orang berboncengan yakni TR dan S, mengalami kecelakaan lalu lintas di Palupi dengan membawa dua parang.

Setelah diinterogasi kata kapolres, keduanya mengaku, sebelum kecelakaan, yaitu Senin (31/5/2021) pukul 23.30 Wita keduanya bersama 10 orang temannya melakukan penganiayaan di Jembatan Lalove wilayah Palu Barat.

Mendapat informasi tersebut atas perintah Kapolsek Palu Barat, Iptu Adi Ismanto, anggota Opsnal Palu Barat dipimpin Kanit Reskrim Polsek Palu Barat, Aiptu I Wayan Saskara menuju Polsek Palu Selatan untuk menjemput keduanya.

Saat diinterogasi, keduanya mengakui bahwa melakukan penganiayaan di Jembatan Lalove bersama 10 teman lainnya.

Kemudian anggota Opsnal Palu Barat mencari tahu keberadaan pelaku lainnya yaitu FS dan mengamankanya.

Saat diinterogasi FS mengakui melakukan pembacokan menggunalan parang terhadap korbannya Mohammad Fikri di bagian pundak dan kepala, tapi mengenai helm.

Setelah itu kata kapolres, anggota opsnal mencari pelaku lainnya dan menangkap BA dan MR bersama barang bukti sebuah parang.

Dari hasil interogasi, keduanya mengakui bahwa BS yang membacok korban Mahfud Syafar menggunakan parang di bagian bokong.

“Para pelaku melakukan penganiayaan secara tiba-tiba terhadap korbannya, tanpa ada masalah dan dipengaruhi minuman keras,” kata Kapolres Riza.

Kapolres menambahkan, para pelaku berjumlah 12 orang menggunakan empat motor berboncengan tiga.

Sedangkan pelaku lainnya melakukan pemukulan terhadap korban dan merusak dua unit motor korbannya.

“Dari tangan pelaku tiga parang disita sebagai barang bukti dan sebuah helm,” ujar orang pertama di Polres Palu itu.

Para pelaku kini ditahan dan dikenakan Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan bersama-sama dengan ancaman lima tahun penjara. HAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 34 times, 1 visits today)

News Feed