oleh

Operasi Ketupat Tinombala, 3.367 Personel Gabungan Dikerahkan

GUBERNUR Sulawesi Tengah, Longki Djanggola dengan menggunakan mobil memeriksa personel dalam apel gelar pasukan yang terlibat dalam Operasi Ketupat Tinombala di halaman depan mapolda setempat, Jalan Soekarno Hatta, Kota Palu, Rabu (5/5/2021). FOTO: ICHAL/SULTENGTERKINI.COM

SultengTerkini.Com, PALU– Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) mengerahkan 3.367 pasukan untuk pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah atau lebaran tahun ini.

Pasukan gabungan yang berasal dari institusi Polri, TNI serta unsur pemerintah tersebut tergabung dalam Operasi Ketupat Tinombala 2021.

Kapolda Sulteng, Irjen Polisi Abdul Rakhman Baso menuturkan, pasukan gabungan tersebut akan mengamankan titik-titik vital, termasuk area perbatasan antarprovinsi sebagai tindaklanjut atas pemberlakuan kebijakan larangan mudik lebaran.

“Sejak tanggal 6 Mei, kami akan menggelar Operasi Ketupat Tinombala untuk mengamankan pelaksanaan ibadah puasa dan lebaran. Dengan operasi ini, kami berharap situasi keamanan akan terus kondusif,” ujar Kapolda Rakhman Baso usai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Tinombala 2021 di halaman depan mapolda setempat, Rabu (5/5/2021).

Kapolda mengatakan, peran serta masyarakat Sulteng dalam menjaga kondusifitas keamanan sangat diharapkan.

“Bulan puasa ini adalah bulan penuh pengampunan. Mari kita jaga bersama kondisi keamanan, sehingga aktivitas ibadah masyarakat bisa berjalan lancar,” tutur mantan Kasat Brimob Polda Jawa Barat itu.

Menurut Kapolda Rakhman Baso, ada beberapa hal yang menjadi agenda utama pelaksanaan Operasi Ketupat.

Salah satunya adalah pengendalian penyebaran Covid-19 yang angkanya terus mengalami peningkatan.

“Covid ini harus menjadi perhatian kita bersama. Makanya kami senantiasa mengimbau kepada masyarakat untuk terus mematuhi seluruh kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah. Kalau pemerintah larang mudik, yah harus kita patuhi,” tekannya.

Dia berharap pelaksanaan Operasi Ketupat Tinombala 2021 berjalan lancar, dengan tidak adanya reaksi-reaksi yang bisa mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. GUS

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 7 times, 1 visits today)

News Feed