oleh

Forkopimda Parimo Rakor Lintas Sektoral Bahas Larangan Mudik

FORUM Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Parigi Moutong melaksanakan Rapat Koordinasi Lintas Sektoral bertempat di Aula Pesat Getra polres setempat, Senin (3/5/2021). FOTO: HUMAS

SultengTerkini.Com, PARIMO– Dalam rangka persiapan peniadaan mudik sekaligus pengamanan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijiriah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral bertempat di Aula Pesat Getra Polres Parigi Moutong (Parimo), Senin (3/5/2021).

Rakor itu dihadiri Bupati Parimo diwakili Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Zulfinasran dan Wakapolda Sulawesi Tengah (Sulteng), Brigjen Polisi Hery Santoso.

Wakapolda dalam sambutannya mengatakan, peniadaan mudik berdasarkan surat edaran yang berlaku.

Adapun tujuan dilaksanakan peniadaan mudik kata dia adalah untuk mencegah penularan Covid-19 di Sulteng.

“Harapan saya semoga petugas pengamanan operasi ketupat dapat berkerja sebaik mungkin demi menekan angka penularan Covid-19 di Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya di Kabupaten Parigi Moutong,” tuturnya.

Sementara itu, Sekkab Parimo, Zulfinaaran mengatakan, dengan adanya edaran yang meniadakan mudik, maka petugas pengamanan dan Satgas Covid-19 agar menjalankan tugas secara profesional.

“Semoga para petugas pengamanan peniadaan mudik dan Satgas Covid-19 selalu diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugasnya,” harapnya.

Zulfinasran mengatakan, peniadaan mudik Idul Fitri 1442 Hijriah berdasarkan ketentuan regulasi yang ada diantaranya berdasarkan Permenhub Nomor 13 Tahun 2021, Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 12 Tahun 2021 tanggal 26 Maret 2021. Surat Edaran No 13 tahun 2021 tanggal 7 April 2021 dan Addendum Suarat Edaran Nomor 13 tTahun 2021 tanggal 21 April 2021, dan Surat Edaran Gubernur Sulteng Nomor 559/369/DISHUB.

Dia menuturkan, untuk larangan penggunaan atau pengoperasian sarana transportasi darat dikecualikan untuk sarana transportasi darat yang berada dalam satu kawasan perkotaan (aglomerasi) atau yang ditetapkan oleh satuan tugas penanganan Covid-19.

Adapun kawasan perkotaan sebagaimana dimaksud antara lain wilayah Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong.

Wilayah Kabupaten Banggai, Kabupaten Banggai laut, dan Kabupaten Banggai Kepulauan.

Kemudian wilayah Kabupaten Poso dan Kabupaten Tojo Una Una, wilayah Kabupaten Morowali dan Kabupaten Morowali Utara, serta wilayah Kabupaten Tolitoli dan Kabupaten Buol.

Sementara kebijakan pelaksanaan pembatasan mudik kata dia yaitu pengecualian kendaraan seperti kendaraan pengangkut logistik atau bahan kebutuhan pokok, kendaraan pengangkut obat-obatan dan alat kesehatan, kendaraan pengangkut petugas operasional pemerintah dan petugas penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 serta kendaraan pemadam kebakaran, Ambulance dan mobil jenazah. CAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 9 times, 1 visits today)

News Feed