oleh

Buka Pelatihan Potensi SAR, Karo Umum Basarnas RI Harap Tercipta SDM yang Handal

KEPALA Biro Umum Basarnas RI, S Riyadi menyematkan tanda peserta kepada perwakilan dalam Pelatihan Potensi Pencarian dan Pertolongan di aula LPMP Jalan Dr Soetomo, Kamis (8/4/2021) pagi. FOTO: ICHAL/SULTENGTERKINI.COM

SultengTerkini.Com, PALU– Dalam setiap operasi SAR, khususnya pada kecelakaan pelayaran dan atau penerbangan yang berskala besar maupun operasi dalam penanganan musibah atau bencana alam, Badan SAR nasional tidak mungkin untuk melakukannya sendiri tanpa adanya peran serta dan dukungan dari potensi SAR, baik instansi pemerintah maupun masyarakat serta organisasi berpotensi SAR.

Oleh sebab itu Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas senantiasa berupaya untuk dapat menjalin kerjasama dengan organisasi berpotensi SAR, baik kementerian/lembaga, TNI, Polri, pemerintah daerah, akademisi, organisasi kemasyarakatan.

Demikian dikatakan Kepala Biro (Karo) Umum Basarnas RI, S Riyadi saat membuka Pelatihan Potensi Pencarian dan Pertolongan di aula LPMP Jalan Dr Soetomo, Kamis (8/4/2021) pagi.

S Riyadi mengatakan, Basarnas juga bertanggung jawab dalam melakukan pembinaan potensi SAR.

“Untuk itu saya tegaskan kembali kepada kepala kantor SAR secara terus menerus aktif melakukan pembinaan potensi di lingkungan masing-masing, sehingga apabila terjadi kecelakaan atau musibah dapat berkoordinasi dan bertindak dengan cepat, tepat, aman guna meminimalisir korban,” katanya.

Dia berharap melalui pelatihan ini tercipta sumber daya manusia (SDM) yang handal dan profesional, sehingga pada saat menghadapi kecelakaan dimanapun dan kapanpun dapat mengaplikasikannya.

Dia menekankan kepada seluruh peserta agar dalam mengikuti pelatihan ini dengan serius dan fokus, karena latihan ini memiliki risiko yang cukup tinggi serta utamakan faktor keselamatan,” tuturnya.

FOTO: ICHAL/SULTENGTERKINI.COM

Sementara itu, kepada sejumlah jurnalis usai membuka pelatihan, S Riyadi mengakui adanya kurangnya personel dan peralatan pada Basarnas, termasuk di Sulteng karena faktor keterbatasan atau kemampuan keuangan negara, terlebih saat ini masih masa pandemi Covid-19.

“Kita pasti benahi semua itu, baik personel maupun peralatan di seluruh basarnas yang ada di daerah, kita pasti penuhi itu, tetapi pelan-pelan tergantung kemampuan keuangan negara,” tuturnya yang didampingi Kepala Basarnas Palu, Andrias Hendrik Johannes.

Pelatihan yang diikuti puluhan peserta itu dilaksanakan selama empat hari di Aula LPMP dan Pantai Boneoge Donggala dengan materi meliputi teknik pemindahan korban, bantuan hidup dasar, cidera alat gerak, metode pertolongan, pengendalian perahu karet dan lain-lain. CAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 21 times, 1 visits today)

News Feed