oleh

Polres Parimo Tahan Satu Tersangka Tambang Ilegal Buranga, Sita Empat Ekskavator

POLRES Parigi Moutong menyita empat unit ekskavator dalam kasus tambang ilegal di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo yang memakan korban jiwa belum lama ini, Jumat (12/3/2021). FOTO: NOVI/SULTENGTERKINI.COM

SultengTerkini.Com, PARIMO– Kasus tambang ilegal di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah memasuki babak baru.

Polres Parimo telah menetapkan dan bahkan menahan satu tersangkanya dalam kasus tambang ilegal tersebut.

Selain itu polisi juga menyita empat unit ekskavator serta barang bukti lainnya.

Hal itu diungkapkan Kapolres Parimo, AKBP Andi Batara Purwacaraka dalam konferensi pers yang digelar di kantornya, Jumat (12/3/2021).

Dia menjelaskan, pada 25 Februari 2021, pihaknya melaksanakan penyelidikan terhadap kasus tambang Ilegal Desa Buranga yang memakan korban beberapa waktu lalu.

Kemudian, menaikkan statusnya ke tahap sidik dan melakukan pemeriksaan delapan orang saksi.

Bahkan untuk kepentingan penyidikan tersebut kata dia, pihaknya berkoordinasi dengan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) di Jakarta dan pada 27 Februari telah melakukan pengambilan sampel.

Selain itu polisi juga berkoordinasi dengan ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB), dr Basuki Wasis.

“Dari hasil penyidikan itu kami menyita sejumlah barang bukti, yakni empat unit ekskavator berbagai merek dan dua unit mesin dompeng,” jelasnya.

Berdasarkan penyidikan tersebut kata dia, pihaknya telah mengamankan satu orang tersangka berinisial JD, yang merupakan operator ekskavator.

“Untuk tersangka yang sekarang sudah ada satu orang, inisialnya itu JD, sudah kita lakukan proses penahanan di Rutan Mapolres Parigi Moutong,” kata mantan Kapolres Sigi itu.

Tidak menutup kemungkinan, jumlah tersangka akan bertambah. Namun, pihaknya masih merahasiakan siapa saja tersangka yang akan ikut terseret dalam kasus tambang ilegal itu.

Dia mengatakan, proses penyidikan yang dilakukan pihaknya sesegera mungkin. Jika nantinya telah memenuhi unsur, segera dinaikkan ke Kejaksaan Negeri Parigi.

Untuk pasal yang disangkakan, pasal 98 ayat 1 dan 3, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2019 tentang Perlindungan dan Pengawalan Lingkungan Hidup, dan pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan, Mineral dan Batu Bara.

“Rangkaian kedepannya, kami akan lakukan tahap satu. Jika seandainya telah dilakukan penangkapan orang yang kami cari,” tuturnya.

Kondisi tambang ilegal Buranga saat ini lanjut dia, lubang bekas penggalian pada proses evakuasi korban beberapa waktu lalu telah direklamasi.

Selain itu, tidak ada lagi aktivitas penambangan dilakukan di lokasi tambang ilegal tersebut. NOV

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 74 times, 1 visits today)

News Feed