oleh

Sekkab Parimo Sebut Vaksinasi Covid Ibarat Sebuah Strategi Perang

Zulfinasran

SultengTerkini.Com, PARIMO– Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Parigi Moutong (Parimo), Zulfinasran mengatakan, penyuntikan vaksinasi kepada seseorang dilakukan dua kali yaitu penyuntikan pertama untuk memperkenalkan diri kepada virus yang ada. 14 hari kemudian disuntikkan lagi anti virusnya.

“Penyuntikan vaksin Covid dilakukan dua kali. Vaksin pertama untuk memperkenalkan diri kepada virus yang ada, dan 14 hari kemudian penyuntikan vaksin anti virusnya,” kata Zulfinasran.

Sekkab Zulfinasran mengibaratkan, penyuntikan vaksinasi Covid ibarat sebuah strategi perang.

Dimana kata dia, pada suntikan pertama masih melihat berapa kekuatan musuh, setelah itu melaporkan kepada komandan pasukan perang bahwa musuh seperti ini dan itu.

Kedua, mendapat laporan seperti itu, maka ditambahkan amunisi untuk menghadapi lawan yang ada.

“Istilahnya sama dengan perang. Suntikan pertama itu masih melihat berapa kekuatan musuh. Jadi yang melihat lapor ke komandan bahwa virus seperti ini dan itu. Kemudian disuntikan lagi untuk tambahan amunisi di tubuh. Itu sebabnya 14 hari kemudian kita disuntik kembali untuk vaksin yang kedua,” katanya.

Sekkab banyak menerima laporan bahwa masih ada tenaga kesehatan yang tidak mau divaksinasi.

“Ada laporan ke saya, masih ada beberapa tenaga kesehatan yang tidak mau divaksin. Ini sesuatu yang keliru, mestinya memberikan contoh ke masyarakat,” tegas Zulfinasran.

Zulfinasran berharap, masyarakat dan seluruh stakeholder untuk mendukung seluruh program pemerintah, khususnya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kami berharap terhadap beberapa program pemerintah bisa didukung, terutama yang kita hadapi saat ini yaitu masalah pandemi Covid-19. Mari kita patuhi protokol kesehatan demi keselamatan kita bersama,” ajaknya. CAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 11 times, 1 visits today)

News Feed