oleh

Tebas Ipar Hingga Tewas, Pria di Palolo Ini Ditangkap Polisi

PRIA di Palolo ini ditangkap polisi karena menebas iparnya hingga tewas. FOTO: POLSEK PALOLO

SultengTerkini.Com, SIGI– Aparat Polsek Palolo di Kabupaten Sigi menangkap seorang pelaku penganiayaan yang terjadi di Desa Bungan pada Ahad (7/2/2021) sekira pukul 18.30 Wita.

“Pelaku berinisial WLS dan korbannya berinisial JR,” kata Kapolres Sigi, AKBP Yoga Priyahutama melalui Kapolsek Palolo, AKP Abdul Halik, Senin (8/2/2021).

Kapolsek Abdul Halik menjelaskan, kejadian penganiayaan ini dilakukan terhadap korban JR yang merupakan kakak ipar pelaku WLS.

Dia mengatakan, penganiayaan terjadi karena awalnya terjadi pertengkaran antara korban JR dengan istri korban akibat kecemburuan.

Orang tua istri korban mencoba untuk melerainya.

Melihat kejadian tersebut pelaku yang merupakan adik dari istri korban tersulut emosi langsung menebas korban Jr dengan menggunakan parang hingga meninggal dunia di tempat.

Saat itu juga setelah mendapat informasi itu, personel Polsek Palolo mendatangi lokasi kejadian dan langsung menangkap pelaku beserta barang bukti ke Mapolsek Palolo.

Sementara korban dilarikan ke Puskesmas Palolo, namun nahas nyawanya tidak tertolong lagi dan meninggal dunia.

Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka terbuka akibat tebasan parang seperti di bagian pinggang sebelah kiri, leher belakang, dan luka di tangan kanan, sehingga mengakibatkan meninggal dunia.

Atas kejadian itu, kapolsek berharap masyarakat tidak mengedepankan emosi sebagai penyelesaian masalah. Menurutnya, kejadian seperti ini tidak akan terjadi jika lebih bijak dalam mencoba menyelesaikan masalah. Intinya budayakan komunikasi, libatkan tokoh masyarakat,  pemerintah desa, babinsa dan bhabinkamtipmas jika ada persoalan yang sulit diselesaikan.

“Percayakan kepada pihak kepolisian untuk menyelesaikan kasus yang sudah terjadi ini. Tersangka sudah kami amankan dan ditahan di Mapolres Sigi untuk mempertangungjawabkan perbuatannya. Saya berharap kita yang ada disini bisa menahan diri dan menjadikan persoalan ini sebagai pembelajaran pahit yang tidak boleh terulang kembali,” tuturnya. HAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 30 times, 1 visits today)

News Feed