oleh

Polda Sulteng Tahan Sembilan Pelaku Judi Online, Enam Diantaranya Perempuan Termasuk Bandarnya

KABID Humas Polda Sulawesi Tengah, Kombes Polisi Didik Supranoto didampingi Direktur Reskrimsus, Kombes Polisi Afrizal (pakai kemeja putih) memperlihatkan barang bukti kasus judi togel online di mapolda setempat, Kamis (28/1/2021). FOTO: ICHAL/SULTENGTERKINI.COM

SultengTerkini.Com, PALU– Datang ke Kota Palu bukannya berinvestasi untuk membantu pembangunan di Sulawesi Tengah pascabencana, tetapi justru membuka perjudian online.

Entah apa yang ada dalam pemikiran perempuan DS alias Ci (47), warga asal Kota Binjai, Sumatera Utara ini yang diketahui sebagai bandar judi toto gelap (togel) yang dilakukannya secara online di Palu.

Sepak terjangnya sejak tahun 2018 di Palu dengan melakukan aktivitas judi togel online mengantarnya sebagai penghuni hotel prodeo di Mapolda Sulteng setelah ditangkap oleh tim Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) pada Sabtu (16/1/2021) lalu.

Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Polisi Didik Supranoto mengatakan, selain bandar judi togel online, polisi juga meringkus delapan pelaku lainnya yang merupakan kaki tangan DS alias Ci.

“Tersangka yang ditangkap sebanyak sembilan orang, tiga laki-laki dan enam perempuan,” kata Didik Supranoto yang didampingi Direktur Reskrimsus Polda Sulteng, Kombes Polisi Afrizal saat jumpa pers di mapolda setempat, Kamis (28/1/2021).

Didik mengatakan, delapan tersangka lain yakni berinisial MD alias Osin warga Jalan Sintuwu Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, NL warga Jalan Dayodara, F warga Desa Ganti Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala, MB warga Jalan Merpati Kota Palu.

Kemudian KA warga Jalan Kelapa, Kecamatan Binjai Barat Kota Binjai, Sumatera Utara, Sr warga Jalan Dayodara, SE warga Sumatera Utara, dan BW juga warga Kota Binjai Sumatera Utara.

Didik mengungkapkan, dua dari sembilan tersangka itu dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan tes swab.

“Dua tersangka termasuk DS dinyatakan positif Covid-19, sehingga dilakukan perawatan di RS Bhayangkara Palu, dan tersangka lain ditahan di Rutan Mapolda Sulteng,” tutur Didik.

Sementara itu, Direktur Reskrimsus Afrizal menambahkan, penangkapan DS alias Ci dilakukan anggotanya di sebuah rumah kontrakan Jalan Sintuwu Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu pada Sabtu (16/1/2021) lalu.

Pengungkapan kasus itu bermula dari informasi masyarakat akan adanya praktik judi online.

Peran dari delapan pelaku yang turut membantu judi online togel milik DS alias Ci yaitu sebagai pengepul yang melayani para pemasang dilakukan secara online.

Ada yang merekap nomor togel, mengirimkan rekap, setelah rekap terkumpul kemudian difoto dan dikirim ke tersangka DS alias Ci.

Adapun keberuntungan yang diperoleh pemasang togel, tepat dua angka Rp 1.000 maka akan mendapat Rp 60 ribu hingga Rp 65 ribu, tepat tiga angka Rp 1.000, akan mendapatkan Rp 400 ribu, dan tepat empat angka Rp 1.000, maka akan mendapat Rp 2,5 juta.

Sedangkan pemasangan shio minimal Rp 1.000 mendapat Rp 10.000.

Dia menjelaskan, pembayaran kepada pemenang juga dilakukan secara transfer, demikian juga pemasangan yang dilakukan oleh masyarakat.

Sedangkan judi online yang dikelola oleh bandar DS alias Ci mengikuti putaran judi online dari Sidney Australia, Singapura dan Hongkong.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat sebagaimana pasal 27 ayat (2) junto pasal 45 ayat (2) Undang-Undang (UU) RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 303 ayat (1) ke 3 junto Pasal 55, 56 KUHPidana, dengan ancaman enam tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

Dengan terungkapnya judi online dan kasus siber sebelumnya, Afrizal juga menyatakan akan memberikan reward atau penghargaan kepada para anggotanya.

“Kami sementara ini mengajukan reward kepada pimpinan tertinggi di kepolisian, pak Kapolri, karena memang pengungkapan siber ini perlu perjuangan yang keras karena mereka siang malam bekerja, apalagi ini melalui jaringan atau IT, tentunya sangat rumit. InshaAllah kita akan berikan reward kepada para anggota, tergantung dari pimpinan baik itu di polda ataupun Mabes Polri,” tutur Afrizal. CAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 170 times, 1 visits today)

News Feed