oleh

Pengungsi Gempa di Mamuju Ingin Pulang ke Rumahnya tapi Dilarang

SEORANG pengungsi di halaman kantor Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Barat di Kabupaten Mamuju menyiapkan kebutuhan makanan secara mandiri. FOTO: NURLELA/SULTENGTERKINI.COM

SultengTerkini.Com, MAMUJU– Sejumlah pengungsi di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) ingin segera pulang ke rumahnya setelah lima hari menempati tenda darurat.

Salah satunya adalah Sahawiah. Warga Kelurahan Rangas, Kabupaten Mamuju itu menempati tenda yang dibangun seadanya di halaman kantor Gubernur Sulbar.

Tenda didirikan menggunakan tiang bambu, beratap terpal dan dinding kain sarung.

“Kami ingin kembali ke rumah tapi belum diizinkan. Padahal rumah kami hanya mengalami kerusakan kecil,” kata Sahawiah yang ditemui jurnalis media ini di tenda pengungsian, Selasa (19/1/2021).

Sambil meneteskan air mata,  Sahawiah bercerita bagaimana mereka menyelamatkan diri di tengah guncangan gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo. Seisi rumah berantakan. Lemari-lemari ambruk dan isinya terhempas ke lantai.

“Kita lari pakai motor dengan pakaian tipis hujan-hujan. Pokoknya takut sekali saya. Hampir dijatuhi lemari, takut sekali,” cerita Sahawiah.

Soal logistik seperti makanan dan air bersih di pengungsian, Sahawiah mengaku masih cukup.

Dia hanya mengeluhkan kebutuhan pakaian dan susu untuk cucunya yang masih usia balita.

“Kebutuhan makan dan minum cukuplah. Cuma ini anak kasihan tidak ada bajunya, tisu dan susunya,” keluhnya.

Hal senada juga disampaikan Asdar. Dia ingin segera pulang karena rumahnya tidak mengalami kerusakan parah. Hanya beberapa bagian bangunan rumahnya yang rusak ringan.

“Rumah ada retak sedikit. Kita masih dilarang pulang, belum ada perintah pulang ke rumah. Kita ingin pulang,” katanya.

Sementara Wahyu dan beberapa penyintas lainnya mengeluhkan bantuan makanan siap saji dari dapur umum.

“Kadang makan siang nanti sore dan makan malam sudah menjelang larut,” kata Wahyu.

Wahyu meminta agar bahan mentah diserahkan saja untuk dimasak sendiri tetapi ditolak petugas.

Sementara itu, Koordinator Tagana Kadri yang menangani dapur umum mengatakan, bantuan makanan siap saji tetap lancar setiap harinya.

“Sejauh ini tidak ada masalah dalam menyiapkan makanan bagi warga yang masih di tenda. Hanya memang proses membungkusnya yang butuh waktu karena kami harus membungkus seribu lebih,” kata Kadri. NUR

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 25 times, 1 visits today)

News Feed