oleh

Kejari Palu Panggil Mantan Kadis Penataan Ruang Terkait Kasus Jembatan Lalove

JEMBATAN Palu V atau jembatan Lalove. FOTO: DOK SULTENGTERKINI.COM

SultengTerkini.Com, PALU– Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Palu di Sulawesi Tengah terus mendalami kasus proyek jembatan V atau biasa dikenal dengan Jembatan Lalove yang statusnya sudah naik ke tingkat penyidikan.

Kepala Seksi Intel Kejari Palu, Greafik, Jumat (4/12/2020) mengatakan, hal itu dilakukan penyidik Kejari Palu karena dalam kegiatan pelebaran Jalan Anoa II menuju Jembatan Palu V diduga terdapat perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan wewenang terkait dengan sejumlah aspek.

Aspek pertama kata dia, yakni terkait penetapan harga ganti rugi tanah per meter.

Kedua, diduga terjadi perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan wewenang pada pelepasan hak sebuah rumah yang terdapat di Jalan Anoa II.

Ketiga, adanya kegiatan yang merugikan uang negara karena terjadi kesalahan bayar.

“Dari Ketiga aspek itu penyidik saat ini sedang melakukan pendalaman dengan cara meminta keterangan pada pihak-pihak tertentu,” jelasnya.

Dalam konteks pendalaman itu, lanjut Greafik, Kejari Palu mengumpulkan alat bukti sesuai keterangan saksi-saksi yang diduga mengetahui dengan pasti semua hal terkait.

Menurutnya, surat panggilan sejumlah saksi sudah dilayangkan pihak kejaksaan pada Jumat 4 Desember 2020.

Salah satu saksi yang dipanggil untuk dimintai keterangan yaitu Kepala Dinas (kadis) Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Palu pada tahun 2017, Dharma Gunawan.

Sebab pada tahun tersebut perencanaan pembangunan Jembatan Palu V termasuk pelebaran Jalan Anoa II.

Sebab kata dia, dalam konteks pengadaan untuk kepentingan umum, maka para pihak instansi yang terlibat tentu harus membuat dokumen perencanaan.

Olehnya Kejari Palu ingin melihat apakah dokumen perencanaan itu, terdapat kegiatan pelepasan aset yang tidak hanya melakukan pelebaran jalan dua meter, tetapi juga melakukan pembelian tanah dan rumah yang sedang didalami.

“Kenapa kita panggil kadis tata ruang dan pertanahan terdahulu, alasannya kita menduga beliau ini banyak tahu kaitannya dengan latar belakang, ruang lingkup, serta tujuan,” jelas Greafik.

Untuk diketahui, dua kegiatan ini memiliki muara yang berbeda, Dinas PU anggarannya melekat terkait pembangunan Jembatan Palu V, sementara pelebaran jalan anggarannya melekat di Dipa Dinas Tata Ruang dan Pertanahan Kota Palu.

“Tentu kita ingin mengetahui, apakah kegiatan itu memiliki satu perencanaan yang sama atau berbeda,” tuturnya.

Pihaknya juga meminta auditor negara untuk menghitung kerugian negara dan masih menunggu hasilnya, termasuk belum ada penetapan tersangkanya.

Semua yang dipanggil dan diperiksa oleh pihak Kejari Palu masih berstatus saksi. HKR

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 58 times, 1 visits today)

News Feed