oleh

Bawaslu Tolitoli Diminta Tegas Beri Sanksi Terkait Beredarnya Kartu MD Baru

TIM Kuasa Hukum pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tolitoli, Amran H Yahya-Mohammad Besar Bantilan saat jumpa pers usai melaporkan kepada Bawaslu Tolitoli terkait kartu Masa Depan Baru, Senin (30/11/2020). FOTO: ICHAL/SULTENGTERKINI.COM

SultengTerkini.Com, TOLITOLI– Pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tolitoli diminta tegas mengusut dan memberi sanksi atas pendistribusian Kartu Masa Depan (MD) Baru yang diduga dilakukan tim pemenangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tolitoli, Mochtar Deluma-Bakri Idrus.

Atas temuan distribusi kartu tersebut, Tim Kuasa Hukum pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tolitoli, Amran H Yahya-Mohammad Besar Bantilan (Amanah Besar) telah melaporkannya kepada Bawaslu Tolitoli, Senin (30/11/2020).

Laporan tersebut tertuang dalam tanda bukti penyampaian laporan nomor: 003/PL/PB/kab/26.10/XI/2020 dengan petugas penerima, Suprianto.

Tim Kuasa Hukum Amanah Besar, Mohammad Juanda didampingi Irvan Siduppa, Mansyur Pondang dan Mohammad Sabrang menjelaskan, distribusi kartu MD Baru telah melanggar Peraturan KPU (PKPU) Nomor 11 Tahun 2020 Perubahan Atas PKPU Nomor 4 Tahun 2017 tentang Kampanye pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati serta walikota dan wakil walikota, karena tidak termasuk bahan kampanye.

Juanda menjelaskan, Tim Kuasa Hukum Amanah Besar menemukan bukti dan saksi-saksi atas pendistribusian kartu MD Baru tersebut.

Bahkan, tim juga memperoleh laporan saksi atas adanya iming-iming berupa uang yang dijanjikan tim sukses Mochtar Deluma-Bakri Idrus ketika pasangan ini menang.

“Koordinasi kami dengan tim di desa bahwa tim 02 memberikan janji kepada penerima kartu kalau kartu itu bisa ditukar dengan uang. Di Pangi nilainya Rp 300 ribu, di Soni Dampal Selatan Rp 1 juta,” jelas Juanda kepada wartawan, Senin (30/11/2020) sore.

Dia menambahkan, apa yang menjadi temuan tim Amanah Besar juga ditemukan oleh Panwas Kecamatan Dondo.

Panwas setempat menemukan distribusi kartu MD Baru di empat desa yakni Desa Tinabogan, Malomba, Bambapung dan Loukbuo.

“Hasil koordinasi kami dengan Bawaslu bahwa mereka akan menindaklanjuti hasil temuan Panwas Dondo dan laporan kami,” urai Juanda.

Informasi juga diperoleh Tim Kuasa Hukum Amanah Besar di Kampung Buol, Kecamatan Panasakan, Kecamatan Baolan.

“Informasi dari Kampung Buol bahwa kartu itu juga bisa digunakan semacam surat panggilan memilih di TPS,” katanya.

Tim Kuasa Hukum Amanah Besar menilai, distribusi kartu MD Baru tidak hanya menyangkut pelanggaran administratif, namun disertai pelanggaran pidana.

Sementara itu, Irvan Siduppa mengatakan, tim sukses Amanah Besar tidak takut dengan adanya distribusi kartu MD Baru tersebut, baik soal isi maupun program-program kandidat nomor urut 2. Hanya saja, tegas Irvan, pihaknya menginginkan kontestasi pilkada di Tolitoli berjalan fair, sehingga ada pendidikan politik yang baik bagi masyarakat.

“Mereka menganggap pihak lain 01 dan 03 ketakutan dengan kartu yang diedarkan. Kita tidak pernah takut baik soal isi maupun programnya. Kita cuma menginginkan kompetisi demokrasi ini berlangsung sehat,” jelasnya.

Menurut dia, kartu MD Baru bukan termasuk bahan kampanye  yang diatur PKPU. Dalam aturan tersebut, yang masuk pada kategori bahan kampanye adalah stiker, kartu nama, masker, penutup kepala atau alat makan minum.

“Kartu bukan bahan kampanye. Secara tegas, kami menyatakan itu pelanggaran pemilu,” singkat Irvan Siduppa.

Tim Kuasa Hukum Amanah Besar lainnya, Mansyur Pondang menjelaskan, unsur adanya pelanggaran administratif dan dugaan money politik telah terpenuhi.

“Kajian kami, ini benar telah melanggar ketentuan perundang-undangan PKPU baik secara administrasi maupun pidana. Makanya, kami mendesak Bawaslu Tolitoli untuk tegas dalam mengambil sebuah keputusan apapun resikonya. Kita mau lihat ketegasan Bawaslu,” pungkasnya.

Secara terpisah, Ketua Tim Pemenangan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Tolitoli, Mochtar Deluma-Bakri Idrus, Andi Ahmad Syarif menjelaskan, kartu MD Baru adalah kartu biasa seperti stiker yang memaparkan program pasangan calon nomor urut 2. Kartu ini tidak berbeda dengan poster-poster calon lain.

Terkait adanya isu mengiming-iming uang saat penyaluran kartu MD Baru, Andi Ahmad Syarif membantah dengan tegas.

“Saya bukan hanya membantah, tapi saya anggap mereka hanya mengada-ada. Mana buktinya kalau di kartu itu ada iming-iming uang. Jangan sampai mereka hanya mengada-ada. Kalau mereka mengada-ada, kami akan tuntut balik laporannya,” tegas Andi Ahmad Syarif.

Terkait dengan laporan Tim Kuasa Hukum Pasangan Amanah Besar, Andi Ahmad Syarif menilai, seharusnya tim Amanah Besar tidak bicara tentang asumsi, tapi berbicara bukti-bukti dan fakta-fakta yang ada.

“Saya mengimbau kepada semua pasangan calon, siapapun dia, silahkan tawarkan program kalian kepada masyarakat, apa yang kalian janjikan kepada masyarakat, itu lebih baik ketimbang saling menghujat sesama paslon,” tutur Andi Ahmad Syarif. GUS/MRZ

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 683 times, 1 visits today)

News Feed