oleh

Visi Misi Amanah Besar Realistis, Sarifuddin Sudding: Masyarakat Jangan Diberi Janji Palsu!

ANGGOTA DPR RI dari daerah pemilihan Sulawesi Tengah, Sarifuddin Sudding memberikan orasi politik saat menghadiri sosialisasi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tolitoli, Amran H Yahya-Mohammad Besar Bantilan di Kelurahan Panasakan Tolitoli, Sabtu (28/11/2020) malam. FOTO: ICHAL/SULTENGTERKINI.COM

SultengTerkini.Com, TOLITOLI– Ribuan massa memadati acara sosialisasi dan silaturahmi kandidat Bupati dan Wakil Bupati Tolitoli Amran H Yahya-Mohammad Besar Bantilan (Amanah Besar) di RK 5, Kelurahan Panasakan Kecamatan Baolan, Sabtu (28/11/2020) malam. Sosialisasi bertambah meriah dengan kehadiran Anggota DPR RI daerah pemilihan Sulawesi Tengah, Sarifuddin Sudding.

Dalam sambutannya, Sarifuddin Sudding bangga dengan pemaparan calon Wakil Bupati Tolitoli, Mohammad Besar Bantilan tentang visi misi pasangan Amanah Besar.

Menurut dia, visi misi tersebut sangat realistis, karena sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

“Saya bangga dengan paparan calon Wakil Bupati Tolitoli. Penyampaian visi-misinya sangat lugas. Kecerdasan beliau teruji malam ini. Beliau adalah calon pemimpin masa depan negeri ini,” ujar Sarifuddin Sudding disambut sorak ribuan pendukung Amanah Besar.

Dia menambahkan, dalam pesta demokrasi seperti sekarang ini, masyarakat harus diberikan edukasi politik yang baik. Sudah saatnya masyarakat tidak diberi janji-janji palsu.

“Masyarakat sekarang sudah cerdas, sehingga bukan jamannya lagi untuk kita memberikan janji-janji manis yang sulit dibuktikan kepada mereka,” tegas Sarifuddin Sudding.

Politisi Partai Amanat Nasional itu menyebut, persoalan harga cengkih misalnya.

Pemerintah daerah dan pemerintah pusat tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi harga cengkih, karena mekanisme harganya diserahkan kepada pasar.

“Apabila stok pabrik rokok melimpah, maka harga cengkih di pasaran akan turun,” jelasnya.

Demikian pula masalah pendidikan. Sarifuddin Sudding menilai, alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN adalah amanah undang-undang. Namun, anggaran ini sudah termasuk dengan pembangunan infrastruktur pendidikan, gaji guru hingga biaya pendidikan lainnya.

“Sehingga ketika masih ada yang ingin memberikan program pendidikan gratis, apakah pendapatan asli daerahnya mencukupi?. Kalau di pusat, anggaran pendidikan sudah dipatok dan tidak bisa diutak-atik. Siapa yang berani utak-atik, pasti akan berurusan dengan KPK,” tegas Sarifuddin Sudding.

CALON Bupati Tolitoli Amran H Yahya saat berorasi di RK 5, Kelurahan Panasakan Kecamatan Baolan, Sabtu (28/11/2020) malam. FOTO: ICHAL/SULTENGTERKINI.COM

Sarifuddin Sudding mengajak masyarakat Kabupaten Tolitoli untuk bisa memilih pemimpin yang paham dengan persoalan rakyatnya, tidak memberi janji-janji manis dan pada akhirnya janji tersebut sulit direalisasikan.

Sementara itu, Calon Wakil Bupati Tolitoli, Mohammad Besar Bantilan mengungkapkan, pasangan Amanah Besar tidak berani menjamin harga cengkih naik hingga Rp 100 ribu per kilogram.

Sebab katanya, harga cengkih tidak bisa diintervensi oleh pemerintah.

Amanah Besar juga tidak akan membuat perusahaan daerah untuk membeli seluruh panen cengkih petani, karena anggaran pemerintah Tolitoli tidak mencukupi.

“Setiap musim panen, produksi cengkih kita 11.000 ton atau 11 juta kilogram. Kalau pemda yang mau beli, pemda harus keluarkan uang Rp 1,1 triliun. Darimana kita mau ambil uangnya?. Jadi kalau ada orang yang menyampaikan kepada bapak ibu, bahwa dia akan membeli semua hasil panen cengkih kita, itu bohong!,” tegas Mohammad Besar Bantilan disambut riuh pendukungnya.

Terkait dengan program pendidikan, Amanah Besar akan memberikan beasiswa gratis bagi masyarakat miskin dan melalui jalur prestasi.

“Jadi tidak semua anak lulusan SMA kita kasih beasiswa, karena uang kita tidak cukup,” sebut Esar-sapaan akrabnya.

Sekadar informasi, acara sosialisasi pasangan Amanah Besar pada Sabtu malam sangat meriah. Kedatangan rombongan disambut paduan suara dari masyarakat Kecamatan Ogodeide.

Sementara itu, Calon Bupati Tolitoli, Amran H Yahya bangga dengan kehadiran ribuan massa tersebut. Dia meminta kepada pendukung, simpatisan dan seluruh masyarakat Tolitoli untuk tetap satukan hati dan satukan tindakan dengan memilih pasangan nomor urut 3 pada 9 Desember 2020. GUS

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 89 times, 1 visits today)

News Feed