oleh

Diduga Cabuli Keponakan dan Anak Angkatnya, Oknum PNS di Tolitoli ini Ditangkap

Diduga Cabuli Kemanakan dan Anak Angkatnya, Oknum Guru di Tolitoli ini Ditangkap

SultengTerkini.Com, TOLITOLI– Aparat Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tolitoli menangkap seorang oknum guru karena diduga melakukan pencabulan tehadap keponakan atau kemanakan dan anak angkatnya.

Kapolres Tolitoli melalui Kasat Reskrim, Iptu Rijal pada Ahad (22/11/2020) mengatakan, oknum guru yang ditangkap itu berinisial Z (49), warga di Jalan Anoa, Kelurahan Tuweley, Kecamatan Baolan.

Dia mengatakan, pelaku merupakan oknum guru di salah satu Sekolah Dasar (SD) Kecamatan Galang, Tolitoli.

Oknum guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) tersebut diduga melakukan pencabulan terhadap kemanakannya sendiri yaitu AMM (14) dan anak angkat pelaku yaitu A (13).

Rijal menjelaskan, aksi bejat oknum guru ini diketahui bermula dari pengakuan korban AMM kepada tantenya, bahwa pelaku melakukan tindakan asusila terhadap dirinya sebanyak empat kali.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku telah melakukan tindakan asusila kepada AMM sebanyak empat kali.

Salah satu kejadian itu terjadi pada Selasa (10/11/2020) sekira pukul 02.00 Wita di rumah pelaku di Jalan Anoa.

“Menurut pengakuan pelaku, saat itu dirinya bersama korban tertidur di depan televisi, saat itulah pelaku melakukan tindakan asusila tersebut,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan pelaku, dirinya melakukan tindakan asusila yang pertama hingga ketiga kepada kemanakannya ini dilakukan pada tahun 2019 di dalam kamarnya.

Sementara peristiwa yang keempat terjadi pada 10 November 2020 di depan televisi di rumah pelaku.

Tak hanya kemanakannya, pelaku juga melakukan tindakan asusila kepada anak angkatnya berinisial A (13).

Kepada korban A, pelaku mengakui telah melakukan tindakan asusila sebanyak tiga kali.

“Tindakan itu dilakukan pelaku pada tahun 2018 dan tahun 2020, untuk yang ketiga kalinya pelaku tidak mengingatnya lagi. Semuanya dilakukan di rumah pelaku,” kata orang pertama di Satreskrim Polres Tolitoli itu.

Dia mengatakan, modus pelaku melakukan tindakan asusila dengan cara memegang kemaluan kedua korbannya.

“Tidak ada tindakan lain selain tindakan asusila tersebut,” katanya.

Saat ini polisi telah menahan pelaku di Mapolres Tolitoli untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Terhadap pelaku, polisi menjeratnya dalam pasal 82 ayat (1) dan (2) dengan ancaman pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun serta denda paling banyak Rp 5 miliar. HAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 69 times, 1 visits today)

News Feed