oleh

BPJS Bagi Warga Miskin di Tolitoli Aktif Kembali 1 Desember

Mohammad Asrul Bantilan

SultengTerkini.Com, TOLITOLI– Setelah berkomunikasi intensif dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Cabang Palu yang difasilitasi Biro Hukum Provinsi Sulawesi Tengah, program BPJS Kesehatan untuk 47 ribu lebih warga miskin di Kabupaten Tolitoli akan aktif kembali pada 1 Desember 2020 mendatang.

Pejabat sementara Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Tolitoli, Mohammad Asrul Bantilan menjelaskan, solusi yang diambil pemerintah dalam menerbitkan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) tentang perubahan penjabaran APBD Perubahan telah dilakukan.

“Selambat-lambatnya, sebelum tanggal 20 November 2020, uang pemda akan kami kucurkan kepada BPJS. Program jaminan kesehatan khusus masyarakat miskin yang ditanggung daerah atau Penerima Bantuan Iuran (PBI) sebesar 47 ribu akan aktif kembali tanggal 1 Desember 2020,” tegas Asrul Bantilan saat ditemui jurnalis SultengTerkini.Com, Senin (16/11/2020) malam.

Dia menjelaskan, program jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin telah berlangsung lama di Kabupaten Tolitoli.

Selama ini kata Asrul, pemerintah daerah membuat perjanjian kerjasama dengan BPJS Kesehatan Cabang Palu untuk pertanggungan iuran selama 10 bulan.

“Awalnya disusun sampai 10 bulan. Memang ini sudah dari tahun-tahun sebelumnya. Selama ini memang seperti itu. Untuk mengakomodir dua bulan berikutnya, pemda akan bayarkan melalui APBD Perubahan,” tutur Asrul Bantilan.

Hanya saja, pada tahun 2020 ini, pembahasan APBD Perubahan tidak bisa dilaksanakan karena DPRD Tolitoli menolak membahasnya.

“Karena tidak ada pembahasan APBD Perubahan, pemda diberi ruang oleh Kemendagri untuk mengeluarkan Perkada tentang perubahan penjabaran APBD Perubahan tahun 2020,” urai dia.

Asrul bersyukur karena persoalan BPJS ini telah menemui titik terang.

Ditanya soal iuran BPJS Kesehatan yang akan dibayarkan Pemkab Tolitoli, Asrul meyakinkan bahwa anggarannya telah tersedia.

“Dana kita siap. Pemerintah daerah selama ini selalu punya niat baik terhadap masyarakatnya. Bupati selalu menekankan penanggungan BPJS bagi masyarakat miskin. Setiap tahun kami lakukan. Hanya saja tahun ini ada miskomunikasi,” tuturnya.

Asrul menyebut, bagi warga miskin yang telah melakukan pengobatan melalui jalur mandiri pada November 2020, nantinya dialihkan kembali ke dalam PBI pada 1 Desember mendatang. “So pasti itu,” singkatnya. GUS

Silakan komentar disini…
loading...
(Visited 640 times, 1 visits today)

News Feed