oleh

Amran H Yahya Tegaskan Program Pendidikan di Tolitoli Harus Berkeadilan

CALON Bupati Tolitoli, Amran H Yahya saat berorasi di Desa Stadong, Kecamatan Dampal Utara. FOTO: ICHAL/SULTENGTERKINI.COM

SultengTerkini.Com, TOLITOLI– Setiap orang tua menginginkan pendidikan yang tinggi bagi anak-anaknya. Biaya sekolah atau kuliah yang tiap tahun selalu bertambah kerap menjadi jalan buntu dalam pencapaian cita-cita para orang tua.

Hal ini diperparah dengan pandemi Corona sejak awal tahun 2020. Pembatasan gerak masyarakat hingga lalu lintas perdagangan membuat masyarakat semakin susah.

Tak sedikit usaha tutup akibat kurangnya pasokan bahan baku atau tak ada pembeli. Harga kebutuhan hidup meningkat tanpa dibarengi dengan peningkatan pendapatan.

Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tolitoli, Amran H Yahya-Mohamad Besar Bantilan (Amanah Besar) sadar dengan kondisi yang menimpa bangsa.

Makanya, pasangan Amanah Besar memiliki strategi khusus terkait problema ini.

Dari segi pendidikan, pasangan Amanah Besar akan memberikan bantuan bagi pelajar atau mahasiswa berprestasi tentunya dengan tetap memperhatikan prinsip keadilan.

Bagi pasangan Amanah Besar, warga mampu dan tidak mampu, pemilik lahan dan petani penggarap adalah dua sisi yang harus dibedakan.

Sangat tidak adil kebijakan program pendidikan gratis tersebut jika dinikmati juga oleh warga mampu dan pemilik lahan kategori besar atau pemilik gilingan padi.

Begitupula bagi nelayan. Anak nelayan besar yang memiliki kapal tangkap jelas berbeda dengan anak nelayan biasa.

Dengan demikian, program pendidikan gratis ini tidak bisa diberikan kepada pelajar atau lulusan SMA secara keseluruhan karena tidak memenuhi rasa keadilan dan keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Calon Bupati Tolitoli, Amran H Yahya membenarkan hal ini. Ketika diamanahkan memimpin Kabupaten Tolitoli, pasangan Amanah Besar ingin menghadirkan pemerintahan adil dalam kebijakan, mengelola pemanfaatan APBD yang terbatas dan sepenuhnya tepat sasaran.

Menurut Amran, pemimpin yang baik harus memegang prinsip keadilan dalam setiap pengambilan kebijakannya.

“Anggaran kita tidak cukup untuk membiayai seluruh lulusan SMA. Kalau saya bilang bisa, dana dari mana yang akan diambil?. Saya tidak mau berikan janji palsu dan tidak realistis kepada masyarakat,” tegas Amran H Yahya.

Dia mengatakan, ada lima arah dan sasaran pembangunan yang akan dilakukan Amanah Besar untuk mewujudkan masyarakat Tolitoli yang mandiri dan sejahtera.

Selain itu pula, akan diimplementasikan 20 grand strategi program strategis, 11 program unggulan dan delapan program gotong royong.

Semua program tersebut mampu menjadikan Kabupaten Tolitoli dengan masyarakat mandiri dan sejahtera dalam pemerintahan yang amanah, responsif, dan merakyat.

“Seorang pemimpin itu harus tulus ketika berbuat, tidak sombong, dekat dengan rakyat dan harus mampu mengatasi persoalan-persoalan rakyat. Kita jangan berikan mereka angin surga sementara kita tidak mampu mewujudkan keinginan mereka,” urai Amran yang mantan kepala Desa Soni, Kecamatan Dampal Selatan itu.

Amran optimis bahwa program-program yang telah dicanangkan Amanah Besar mampu mengatasi berbagai persoalan masyarakat.

“Visi misi yang saya sampaikan kepada masyarakat sesuai dengan karakter saya dan karakter wakil saya. Visi misi itu juga sesuai dengan kondisi keuangan daerah, jadi kita tidak mengada-ada,” tuturnya.

Olehnya Amran mengajak seluruh masyarakat jangan terbuai dengan janji-janji politik yang tidak realistis serta bisa memilih pemimpin amanah dan merakyat. GUS

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 97 times, 1 visits today)

News Feed