oleh

Biadab, Seorang Ayah di Parimo Tega Setubuhi Anak Kandungnya

APARAT Polda Sulawesi Tengah menangkap seorang warga di Kabupaten Parigi Moutong dalam kasus persetubuhan anak kandungnya sendiri.

SultengTerkini.Com, PALU– Entah setan apa yang merasuki seorang ayah di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah hingga tega menyetubuhi anak kandungnya sendiri.

Hal itu terungkap setelah korban sebut saja Bunga (13) yang saat ini tercatat sebagai pelajar di salah satu sekolah tingkat pertama swasta di Kota Palu mengungkapkan perbuatan bejat ayah kandungnya tersebut kepada ibu asuh yang merawatnya.

Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Polisi Didik Supranoto, Jumat (6/11/2020), membenarkan kejadian tersebut.

Dia mengatakan, kasus tersebut saat ini sedang ditangani oleh Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulteng.

“Pelakunya berinisial F (37) yang tidak lain adalah ayah korban, sudah ditangkap dan mulai Senin (2/11/2020) telah ditahan di Mapolda Sulteng,” tegas Didik Supranoto.

Dia mengatakan, kasus ini bermula adanya laporan petugas Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Palu ke Polda Sulteng pada 29 Oktober 2020, setelah mengetahui kejadian tersebut dari ibu asuh korban.

Didik lebih rinci menerangkan, awal mula kejadian adalah tahun 2017, dimana saat itu korban masih berumur 11 tahun libur semester dan pulang ke rumah orang tuanya di salah satu desa Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong.

Saat itu pelaku hanya berani melakukan perbuatan mencium dan meraba-raba korban.

Pada tahun 2018 pada saat korban sudah tinggal bersama orang tuanya, pelaku yang sudah dirasuki setan berhasil menyetubuhi anaknya.

Tidak cukup sampai disitu, ternyata pelaku terus  melampiaskan nafsunya terhadap korban hampir setiap pekan pada saat ibunya tidak ada di rumah.

Kejadian hubungan terlarang antara ayah dan anak kandung tersebut terus berulang hingga sekarang saat korban bersekolah di salah satu SLTP swasta di Kota Palu pulang ke rumahnya di Pantai Timur.

Melihat perkembangan dan perilaku ayah dan anaknya tersebut, ibu korban menaruh kecurigaan.

Dia pun meminta bantuan ibu asuh korban di Palu untuk mencari tahu dan akhirnya korban terbuka dan menceritakan kejadian yang sebenarnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 81 (3) dan pasal 82 (2) undang-undang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara. HAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 103 times, 1 visits today)

News Feed