oleh

Dua Warga Asal Sidrap Ditangkap Usai Tipu Empat Kades di Donggala

WAKIL Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulawesi Tengah, AKBP Sirajuddin Ramly (baju hitam) didampingi Kasubbid Penerangan Masyarakat Kompol Sugeng Lestari menunjukkan barang bukti kasus penipuan dengan mengaku lnspektur Inspektorat Daerah Kabupaten Donggala.

SultengTerkini.Com, PALU– Tim Subdit Cyber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) berhasil mengungkap dan menangkap pelaku penipuan dengan mengaku lnspektur Inspektorat Daerah Kabupaten Donggala.

Wakil Direktur Reskrimsus Polda Sulteng, AKBP Sirajuddin Ramly dalam konferensi pers di mapolda setempat, Kamis (22/10/2020) mengatakan, kasus bermula empat kepala desa (kades) di Kabupaten Donggala menjadi korban atas ulah pelaku yang mengaku Inspektur Inspektorat di Donggala.

Pelaku itu menyuruh korban untuk mentransfer uang dengan dalih dipinjam dan berjanji dikembalikan di kantor Inspektorat Donggala, terjadi pada akhir Agustus 2020 lalu.

Saat dikonfirmasi oleh korban kata Sirajuddin, Inspektur Inspektorat Donggala merasa tidak pernah menghubungi dan meminjam uang kepada para kepala desa.

“Total kerugian yang telah ditransfer oleh empat kepala desa adalah Rp 62 juta yaitu Kades Jono oge, Kades Siweli, Kades Sibado Kecamatan Sirenja, dan Kades Kolakola Kecamatan Banawa Tengah,” kata orang kedua di Ditreskrimsus Polda Sulteng itu.

Sirajuddin mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan Tim Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Sulteng dipimpin Kasubdit V Kompol Mohammad Jufri dengan berbekal petunjuk yang dikantongi bergerak ke Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

Hasilnya, polisi menangkap pelaku berinisial AR (39) sebagai otak pelaku dan A (23) berperan sebagai membantu AR, keduanya adalah warga Kabupaten Sidrap.

Dari para pelaku telah diamankan enam telepon genggam, dua lembar SIM card nomor 082187777825 dan nomor 08221144915 serta satu lembar ATM BNI nomor seri 1946 3400 7038 1111.

“Sedangkan uang hasil kejahatan sesuai pengakuan pelaku habis digunakan untuk foya-foya,” kata mantan Kapolres Parigi Moutong itu yang didampingi Kasubbid Penerangan Masyarakat, Kompol Sugeng Lestasri dan Kasubdit Cyber.

Saat ini kedua tersangka telah ditahan di Mapolda Sulteng dan dijerat pasal 28 ayat (1) jo pasal 45.a ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. CAL

Silakan komentar disini…
loading...
(Visited 108 times, 1 visits today)

News Feed