oleh

Polda Sulteng Serahkan Tersangka Yahdi Basma ke Kejaksaan

TERSANGKA kasus dugaan penyebaran informasi bohong atau hoaks yang juga oknum anggota DPRD Sulawesi Tengah, Yahdi Basma telah diserahkan penyidik polda ke pihak kejaksaan tinggi setempat. FOTO: IST

SultengTerkini.Com, PALU– Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) menyerahkan tersangka kasus dugaan penyebaran informasi bohong atau hoaks yang juga oknum anggota DPRD Sulteng, Yahdi Basma, ke pihak kejaksaan tinggi (kejati) setempat.

Penyerahan tersangka Yahdi Basma bersama barang buktinya itu dilakukan polisi menyusul berkas perkaranya yang dinyatakan lengkap atau P.21 oleh pihak Kejati Sulteng.

Kasubbid Penerangan Masyarakat Bidang Humas Polda Sulteng, Kompol Sugeng Lestari yang dikonfirmasi jurnalis media ini, Ahad (18/10/2020) membenarkan hal itu.

Dia mengatakan, penyerahan tersangka bersama barang buktinya atau tahap dua itu dilakukan pada beberapa hari lalu oleh penyidik polda kepada kejaksaan.

“Sudah diserahkan hari Selasa (13/10/2020) oleh penyidik Subdit Cyber dan diterima oleh jaksa Irna,” kata Sugeng Lestari.

Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulteng, Inti Astutik yang dikonfirmasi terpisah pada Ahad malam, juga membenarkan hal itu.

Dia mengatakan, pihaknya telah menerima tersangka dan barang bukti kasus hoaks dari penyidik Polda Sulteng.

Selanjutnya kata dia, pihaknya tinggal menunggu waktu pelimpahan tersangka dan barang bukti ke Pengadilan Negeri Palu untuk disidangkan.

“Iya sudah tahap dua, tinggal menunggu waktu pelimpahan ke pengadilan negeri,” ujarnya.

Sebelumnya terjadi bolak-balik berkas perkara dari penyidik Ditreskrimsus Polda Sulteng kepada Jaksa Penuntut Umum kejati setempat.

Penyidik Ditreskrimsus Polda Sulteng telah menerima surat pemberitahuan hasil penyidikan perkara tersangka Yahdi Basma yang sudah lengkap atau P.21.

Untuk diketahui bahwa perkara menyebarkan informasi bohong atau hoaks dengan tersangka Yahdi Basma itu bergulir setelah adanya laporan Gubernur Sulteng Longki Djanggola pada Juli 2019.

Oleh penyidik sudah berupaya maksimal untuk melakukan penyidikan dengan melengkapi kekurangan sesuai petunjuk Jaksa yang menangani perkara, hingga akhirnya penyidik harus menerbitkan SP3 atau surat perintah penghentian penyidikan.

Setelah kuasa hukum pelapor melakukan praperadilan terkait SP3 itu, akhirnya Pengadilan Negeri Palu melalui putusannya memerintahkan kepada penyidik Polda Sulteng untuk membuka dan melanjutkan perkara tersangka Yahdi Basma. HAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 473 times, 1 visits today)

News Feed