oleh

Pasca Demo Bentrok, Polda Sulteng Tahan Satu Dosen dan Dua Mahasiswa

SEJUMLAH aparat kepolisian mengamankan pengunjukrasa saat demo penolakan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja di Jalan Sam Ratulangi, Kota Palu yang berakhir bentrok, Kamis (8/10/2020). FOTO: ICHAL/SULTENGTERKINI.COM

SultengTerkini.Com, PALU– Aparat Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) menetapkan tersangka sejumlah mahasiswa pasca demo penolakan pengesahan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja di Kota Palu yang berakhir bentrok.

“Ada dua orang oknum mahasiswa yang ditetapkan tersangka,” kata Kasubbid Penerangan Masyarakat Bidang Humas Polda Sulteng, Kompol Sugeng Lestari saat dikonfirmasi jurnalis SultengTerkini.Com, Jumat (9/10/2020) malam.

Sugeng mengatakan, dua mahasiswa asal Universitas Tadulako (Untad) Palu itu yakni RS (21) yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan dan dikenakan pasal 351 ayat 1 KUHPidana.

Satu lagi adalah MF (21) yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus membawa senjata tajam dan dijerat pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

“Kedua mahasiswa itu ditahan,” kata mantan Wakapolres Tolitoli itu.

Tak hanya dua mahasiswa, Polda Sulteng juga menetapkan seorang dosen Untad berinisial RA (27) sebagai tersangka karena diduga menghasut untuk melakukan perbuatan.

Dia mengatakan, dosen RA juga termasuk dalam massa aksi dan ada videonya yang beredar menjadi bukti.

Atas perbuatannya itu, oknum dosen RA dijerat dalam pasal 160 dan 212 KUHP.

“Dosen itu juga ditahan,” tegas Sugeng Lestari.

Sebelumnya diberitakan, aksi demonstrasi ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Palu, Sulawesi Tengah yang menolak pengesahan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja berakhir bentrok, Kamis (8/10/2020).

Aksi demo itu diwarnai bentrokan sebanyak dua kali. Bentrokan pertama terjadi sekira pukul 12.20 Wita dan kedua pada sore hari sekira pukul 16.25 Wita.

Akibatnya, sejumlah mahasiswa dan polisi terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Palu untuk segera mendapat perawatan medis.

Selain luka-luka, satu unit sepeda motor dinas milik Polri juga terlihat hangus terbakar di Jalan Sam Ratulangi Palu.

Berdasarkan informasi dari Bidang Humas Polda Sulteng, tercatat sebanyak 73 mahasiswa, empat diantaranya perempuan ditangkap aparat dan dibawa ke Mapolda Sulteng.

Selain itu terdapat satu pelajar SMA dan tiga orang bukan mahasiswa juga ditangkap dalam bentrokan tersebut.

Adapun jumlah mahasiswa yang terluka dan dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara sebanyak 12 orang. Sementara anggota Polri yang mendapat pertolongan medis di RS Bhayangkara sebanyak 14 orang.

Tak hanya itu, sejumlah jurnalis yang melakukan tugas peliputan juga terluka.

Ada yang mengaku dipukuli dan adapula yang terkena lemparan batu.

Para jurnalis yang mengalami kekerasan saat tugas peliputan demo tersebut telah melapor ke Mapolda Sulteng pada Kamis malam, dengan mendapat pendampingan dari lembaga bantuan hukum.

Dalam orasinya, mahasiswa menolak pengesahan Undang-Undang Omnibus Law yang dinilai sangat merugikan buruh atau pekerja dan lebih mengutamakan kepentingan pengusaha. HAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 509 times, 1 visits today)

News Feed