oleh

Gubernur Sulteng Kukuhkan Empat Pejabat Sementara Bupati

GUBERNUR Sulawesi Tengah Longki Djanggola mengukuhkan Pejabat Sementara Bupati Sigi, Bupati Poso, Bupati Tojo Una-Una, dan Bupati Banggai Laut, Sabtu (26/9/2020) di kantornya. FOTO: HUMAS

SultengTerkini.Com, PALU– Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola mengukuhkan Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Sigi, Bupati Poso, Bupati Tojo Una-Una (Touna), dan Bupati Banggai Laut (Balut), Sabtu (26/9/2020).

Pengukuhan empat Pjs Bupati tersebut berdasarkan Surat Keputusan Mendagri.

Sisliandy ditunjuk sebagai Pjs Bupati Sigi, Datu Pamusu jadi Pjs Bupati Tojo Unauna. Kemudian Abdul Haris Jotolembah ditunjuk sebagai Pjs Bupati Balut dan Arfan sebagai Pjs Bupati Poso.

Gubernur mengukuhkan dan menyematkan tanda jabatan sebagai pjs bupati.

Dalam amanatnya, gubernur menyampaikan, pengukuhan pejabat sementara bupati dimaksudkan untuk mencegah kekosongan pemerintahan di kabupaten-kabupaten yang pasangan kepala daerah petahana.

Dalam hal ini bupati dan wakil bupati bersangkutan sama-sama ikut dalam kontestasi pilkada dan telah mengambil izin cuti kampanye, sehingga yang bersangkutan mesti mundur dulu dari jabatannya.

Dengan demikian, maka masa jabatan para penjabat bupati ini akan sama dengan lamanya tahapan cuti kampanye pilkada yang telah ditetapkan dalam PKPU.

Sebagai informasi, dari tujuh kabupaten dan satu kota melaksanakan pilkada, hanya empat diantaranya yang saat ini dikukuhkan sebagai penjabat sementara yaitu penjabat bupati Poso, Touna, Balut, dan Sigi.

Selanjutnya gubernur meminta pjs bupati agar melaksanakan, baik Surat Edaran Gubernur Nomor 440/523/dis.kes tentang penerapan disiplin protokol covid-19 dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran covid-19 di Provinsi Sulawesi Tengah maupun Pergub Nomor 32 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19.

“Untuk itu saya memerintahkan kepada para penjabat sementara untuk melaksanakan dan mengawasi penerapan disiplin protokol Covid-19 kepada masyarakat sesuai surat edaran dan peraturan gubernur tadi,” katanya.

Sekali lagi dia mengingatkan dengan tegas bahwa Virus Corona ini sangat nyata ancamannya, bukan rekayasa apalagi konspirasi.

Dia mengatakan, daya penularannya yang sangat cepat dan masif kepada siapa saja tanpa mengenal umur, profesi, tempat tinggal dan status sosial.

“Maka sudah sepatutnya hal ini menyadarkan kita semua untuk semakin berhati-hati, dan senantiasa taat melaksanakan protokol kesehatan, yang sebenarnya sangat mudah diucapkan, tapi kadang kita lupa melaksanakannya yaitu, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak aman,” tuturnya.

Disamping itu kata dia, sebagai langkah memutus mata rantai virus, maka dia minta kepada seluruh penjabat sementara beserta aparatur sipil negara (ASN) untuk menunda dulu rencana perjalanan dinas selama sifatnya tidak penting pada khususnya, ke daerah-daerah yang masuk kawasan zona merah.

“Jangan sampai waktu saudara berangkat sehat dan aman dari Covid-19, tapi begitu pulang ke daerah, malah membawa virus penyakit yang ditularkan ke orang-orang,” tegasnya.

Dia menjelaskan, tugas dan wewenang pejabat sementara bupati, adalah memfasilitasi penyelenggaraan pemilihan bupati/wakil bupati yang definitif, serta menjaga netralitas pegawai negeri sipil.

Maka sehubungan hal itu, gubernur menegaskan khusus bagi ASN, jangan sampai terlibat dalam kegiatan kampanye seperti menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatan, atau mengadakan pertemuan, ajakan, imbauan, seruan atau pemberian barang kepada siapa saja untuk memenangkan salah satu calon kepala daerah.

Jika hal ini sampai terbukti dilakukan kata dia, maka tentu akan ada sanksi tegas sesuai aturan kedisiplinan ASN.

Dia mengajak seluruh warga agar bersama-sama menciptakan ketenteraman, ketertiban dan kedamaian di tengah masyarakat dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah serentak 9 Desember mendatang.

“Mari juga kita junjung tinggi kebersamaan, kekompakan, saling menghormati dan menghargai satu sama lainnya dalam menciptakan pilkada yang cerdas, jujur, adil dan transparan. Dengan demikian akan tumbuh rasa memiliki dan kecintaan terhadap daerah,” pungkas Gubernur Longki Djanggola. CAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 58 times, 1 visits today)

News Feed