oleh

ASN Pemkot Palu Berikrar Tidak Berpihak kepada Pasangan Calon Tertentu

SEJUMLAH aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kota Palu menandatangani ikrar netralitas aparatur sipil negara dalam rangka pilkada serentak tahun 2020 bertempat di halaman kantor walikota setempat, Kamis (24/9/2020). FOTO: HUMAS

SultengTerkini.Com, PALU– Sekretaris Kota (Sekkot) Palu, Asri memimpin jalannya apel pengucapan Ikrar Netralitas aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (pemkot) setempat dalam rangka pilkada serentak tahun 2020 yang bertempat di halaman kantornya, Kamis (24/9/2020).

Dalam sambutannya, Sekkot Asri mengatakan, apel yang dilaksanakan kali ini merupakan amanat Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) melalui suratnya bernomor B-2708/KASN/9/2020 tertanggal 18 September 2020 tentang tindak lanjut keputusan bersama lima kementerian/lembaga yang ditujukan kepada gubernur dan para bupati/walikota.

Menurutnya, asas netralitas ini mengandung arti bahwa setiap pegawai ASN tidak berpihak dari segala bentuk pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan siapapun.

“Pegawai ASN berkedudukan sebagai unsur aparatur negara, makanya pegawai ASN harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik,” katanya.

Dia mengungkapkan, hal itu juga dilakukan dalam upaya menjaga netralitas ASN dari pengaruh partai politik dan untuk menjamin keutuhan, kekompakan, dan persatuan ASN, serta dapat memusatkan segala perhatian, pikiran, dan tenaga pada tugas yang dibebankan.

“ASN dilarang menjadi anggota dan atau pengurus partai politik,” tegasnya.

Adapun ikrar netralitas yang diucapkan para ASN di lingkungan Pemkot Palu yaitu menjaga dan menegakkan prinsip netralitas ASN dalam melaksanakan fungsi pelayanan publik baik sebelum, selama, maupun sesudah pilkada serentak tahun 2020.

Kemudian menghindari konflik kepentingan, tidak melakukan praktik-praktik intimidasi dan ancaman kepada pegawai ASN dan seluruh elemen masyarakat serta tidak memihak kepada pasangan calon tertentu.

Selain itu, menggunakan media sosial secara bijak, tidak dipergunakan untuk kepentingan pasangan calon tertentu, tidak menyebarkan ujaran kebencian serta berita bohong serta menolak politik uang dan segala jenis pemberian dalam bentuk apapun. CAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 21 times, 1 visits today)

News Feed