oleh

Polisi Tembak Pelaku Pemerkosaan dan Begal di Palu

SEORANG pelaku begal dan pemerkosaan di wilayah hukum Polres Palu ditembak aparat. FOTO: POLSEK PALU TIMUR

SultengTerkini.Com, PALU– Aparat Polsek Palu Timur di Kota Palu, Sulawesi Tengah menangkap seorang pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) atau biasa dikenal dengan begal di Jalan Lagarutu, Kelurahan Talise Valangguni pada Senin (21/9/2020) sekira pukul 18.00 Wita.

Tersangka yang ditangkap itu berinisial MR (26), warga Kelurahan Tondo.

Kapolres Palu, AKBP Riza Faisal, Rabu (23/9/2020) mengatakan, penangkapan MR berkat hasil penyelidikan aparat di lapangan.

“Setelah dilakukan interogasi pelaku mengakui telah beberapa kali melakukan pencurian disertai kekerasan,” katanya.

Selain itu kata Kapolres Riza, pelaku MR juga terlibat dalam kasus pemerkosaan dengan modus operandi berkenalan dengan korban melalui Facebook yang kemudian bertemu.

Setelah bertemu korban lalu diajak oleh pelaku ke tempat yang sepi di seputaran Jalan Soekarno Hatta hingga akhirnya aksi bejat itu pun terjadi.

Dari pengakuan tersangka MR, dirinya sudah melakukan aksinya di 10 tempat kejadian perkara (TKP) di wilayah Kota Palu.

Kapolres menyebutkan kasus curas dan pemerkosaan itu diantaranya terjadi pada 25 Februari 2019 dengan korban DS.

Kemudian curas pada Agustus 2020 di gedung biru Perdos Kelurahan Tondo dengan barang bukti sebuah telepon genggam

Curas serta pencabulan di bukit Jalan Soekarno Hatta dekat Mapolda Sulteng yang dialami korban RI dengan barang bukti sebuah telepon genggam.

Berikutnya curas di belakang Perdos dengan barang bukti telepon genggam yang dialami korban CC.

Adapun barang bukti berhasil diamankan satu unit sepeda motor Yamaha Fiz R warna kuning yang digunakan oleh pelaku, satu unit sepeda motor Yamaha Mio Fino warna ungu, dan satu unit telepon Nokia warna hijau.

Dia mengatakan, saat hendak melakukan penyitaan barang bukti, pelaku MR berusaha melarikan diri dan melakukan perlawanan hingga terpaksa dilakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak kedua kakinya.

“Dari 10 TKP, tiga diantaranya menjadi lokasi pemerkosaan. Sementara semua barang bukti hasil curas semuanya dijual melalui medsos jual beli online. Saat ini anggota masih melakukan pengembangan dan penyitaan barang bukti,” tegas orang pertama di Polres Palu itu. HAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 169 times, 1 visits today)

News Feed