oleh

Buntu Tahap Mediasi, Bawaslu Poso Segera Sidang Terbuka Ari-Vivin vs KPU Poso

Christian A Oruwo

SultengTerkini.Com, POSO– Sidang tahap mediasi sengketa pilkada yang digelar pihak Bawaslu Poso sejak Rabu hingga Kamis (16-17/9/2020) antara pemohon pasangan bakal calon bupati setempat, Moh Rum Syarif Machmoed-Vivin Baso Ali dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) ternyata mengalami jalan buntu.

Komisioner Bawaslu Poso, Christian A Oruwo selaku koordinator hukum, penindakan pelanggaran dan penyelesaian sengketa membenarkan jika sidang musyawarah tertutup yang digelar dua hari ini gagal menemui kesepakatan.

Dia mengatakan, pemohon dan termohon sama-sama berpegang pada argumen masing-masing. Pihak termohon tetap pada jawabannya yaitu berita acara pada 6 September 2020.

Sementara pihak pemohon tetap pada materi permohonannya, sehingga akan dilanjutkan dalam sidang musyawarah terbuka selama 10 hari ke depan.

Selanjutnya kata Christian, pihaknya akan melanjutkan perkara ini pada sidang musyawarah terbuka yang rencananya digelar pada Sabtu (19/9/2020) hari ini.

“Sidang itu nantinya melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan bukti,” tutur Christian.

Seperti diketahui pemohon pasangan Ari-Vivin akan melakukan pendaftaran sebagai bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Poso pada pilkada 2020 di KPU Poso pada hari terakhir tahapan pendaftaran yakni Ahad (6/9/2020) pukul 23.30 Wita.

Namun pihak KPU Poso setelah melakukan penelitian kelengkapan syarat pendaftaran menemukan beberapa poin yang belum dipenuhi oleh pasangan bakal calon tersebut.

Yang belum dipenuhi itu diantaranya syarat dukungan kursi di DPRD Poso minimal 10 persen belum terpenuhi, sebab pasangan Ari-Vivin baru mengumpulkan dukungan lima kursi dari enam syarat kursi minimal di DPRD Poso.

Di samping itu, bakal calon wakil bupati tidak menghadiri pendaftaran tersebut karena alasan sakit dan ada beberapa persyaratan yang tidak ditandatangani, sehingga pihak KPU Poso pada Senin (7/9/2020) dini hari mengeluarkan berita acara bahwa pasangan Ari-Vivin tidak memenuhi syarat dalam pendaftaran calon bupati Poso.

Sementara itu, Moh Rum Syarif Machmoed yang didampingi kuasa hukumnya kepada jurnalis media ini mengatakan, substansi permohonannya adalah agar KPU Poso membatalkan berita acara penolakan itu pada Ahad (6/9/2020) tersebut.

“Musyawarah tidak capai kesepakatan, kami siap pada proses sidang musyawarah terbuka selanjutnya dan akan memberikan bukti dan saksi-saksi,” tegas pria yang akrab disapa Ari ini. FAI

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 78 times, 1 visits today)

News Feed