oleh

Walikota Palu: Jangan Ada Lagi Pungutan di Sekolah!

WALI KOTA Palu, Hidayat secara simbolis meresmikan gedung SDN Lasoani bantuan dari Wahana Visi Indonesia bertempat di salah satu gedung sekolah itu, Selasa (15/9/2020). FOTO: HUMAS

SultengTerkini.Com, PALU– Wali Kota Palu, Hidayat secara simbolis meresmikan gedung SDN Lasoani bantuan dari Wahana Visi Indonesia (WVI) bertempat di salah satu gedung sekolah itu, Selasa (15/9/2020).

Peresmian ini ditandai dengan pengguntingan pita oleh Walikota Hidayat didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ansyar Sutiadi bersama para perwakilan WVI dan pihak SDN Lasoani.

Dalam sambutannya, Walikota Hidayat menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Palu kepada pihak WVI yang terus membantu sejak bencana gempa, tsunami, dan likuefaksi 28 September 2020.

“WVI juga beberapa kali ketemu dengan saya untuk mengabdikan diri memberikan bantuan kepada kita. Semoga WVI terus mengabdi kepada masyarakat di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Dia menginginkan kepala sekolah dan seluruh jajaran SDN Lasoani dapat memanfaatkan dengan baik gedung sekolah tahan gempa bantuan WVI tersebut yang kurang lebih berjumlah sembilan ruangan.

Dalam kesempatan itu, Walikota Hidayat juga mengungkapkan, pihaknya sejak 2017 lalu telah menaruh perhatian lebih di bidang pendidikan, ini terbukti dari alokasi anggaran pendidikan hingga 39 persen dari APBD Kota Palu.

“Seharusnya anggaran pendidikan sesuai amanat undang-undang itu 20 persen. Namun kita anggarkan lebih dari itu, karena biaya pendidikan di Palu ini sangat mahal, sehingga jangan sampai ada anak-anak kita yang tidak sekolah,” katanya.

Walikota mengimbau jangan ada lagi pungutan-pungutan di sekolah dibawah naungan Pemerintah Kota Palu, karena hampir semua kebutuhan sekolah saat ini diupayakan untuk dipenuhi, baik uang bangku, les-les, bahkan fasilitas komputer.

“Saya minta maaf kepada seluruh pengajar dan kepala sekolah. Kita tidak mau ada lagi pungutan-pungutan di sekolah. Tidak ada tujuan lain kecuali bagaimana anak-anak kita bisa sekolah,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, walikota meminta agar menjaga betul protokol kesehatan yang ada di sekolah apabila pendidikan nantinya sudah dilaksanakan dengan tatap muka secara langsung.

“Kita jaga betul. Jangan sampai ada guru yang dari luar daerah yang tinggi angka covidnya langsung mengajar di hadapan anak-anak. Jaga betul. Buka saja pendidikan. InsyaAllah kita berdoa Palu ini aman, karena melihat model penanganan covid kita yang betul-betul ketat,” katanya. CAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 35 times, 1 visits today)

News Feed