oleh

Oknum Dosen Untad Bantah Hadiri Deklarasi Pasangan Bakal Calon

ILUSTRASI ASN

SultengTerkini.Com, PALU– Seorang dosen Universitas Tadulako (Untad) Palu, Abdurrahim membantah tudingan bahwa dirinya menghadiri deklarasi salah satu pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Kamis (3/9/2020) lalu.

Hal tersebut menanggapi pernyataan Ketua Bawaslu Sulteng, Ruslan Husen kepada SultengTerkini.Com bahwa dosen Fakultas Hukum Untad tersebut kedapatan menghadiri deklarasi pasangan Rusdy Mastura-Ma’mun Amir.

“Sama sekali saya tidak menghadiri (Deklarasi Rusdi-Ma’mun). Saya hanya datang menjemput anak saya. Jadi saya sudah klarifikasi,” kata Abdurrahim saat dihubungi SultengTerkini.Com pada Ahad (13/9/2020) malam.

Abdurrahim yang diketahui sedang menjalani pendidikan jenjang S3 di Univeritas Hasanuddin (Unhas) Makassar tersebut mengaku telah melaporkan Ketua Bawaslu Sulteng ke pihak kepolisian daerah setempat.

“Saya sudah laporkan ke polda tentang berita itu,” ungkapnya.

Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi salah satu fokus pengawasan jajaran Bawaslu dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 9 Desember 2020.

Setidaknya ada dua dasar hukum ASN harus bersikap netral dari kepentingan politik praktis yakni Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara serta PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Bawaslu Sulteng, Ruslan Husen mengatakan, dari hasil pengawasan kegiatan politik bakal pasangan calon, ada oknum akademisi Untad Palu kedapatan menghadiri deklarasi pasangan bakal calon. Oknum akademisi tersebut diketahui berinisial AR.

Dosen Fakultas Hukum Untad tersebut dipergoki pengawas menghadiri deklarasi pasangan Rusdy Mastura-Ma’mun Amir yang digelar pada Kamis (3/9/2020).

“Yang bersangkutan hadir dalam deklarasi. Menggunakan masker dengan gambar pasangan bakal calon. Walaupun masker itu dia buka tutup, tapi dari saksi pengawas meyakini bahwa dia memakai masker bergambar pasangan bakal calon,” kata Ruslan Husen kepada SultengTerkini.Com, Sabtu (12/9/2020).

Selain itu, lanjut Ruslan Husen, di hari yang sama, saat yang bersangkutan menjemput anaknya, anaknya juga terlihat memakai kaus bergambar pasangan bakal calon Rusdy-Ma’mun.

Dari temuan itu kata Ruslan Husen, Bawaslu kembali melakukan penelusuran rekam jejak yang bersangkuan di media sosial.

Hasilnya, Bawaslu menemukan jejak AR menyukai  (like) tanda gambar pasangan bakal calon.

“Jadi dari empat fakta tersebut diyakini yang bersangkutan melanggar asas netralitas sebagai ASN yang ditunjang dengan saksi dari pengawas yang melihat secara langsung didukung dengan foto,” ungkapnya.

Dia mengatakan, berdasarkan hasil kajian, kasus tersebut memenuhi unsur pelanggaran netralitas ASN dalam pelaksanaan pilkada serentak tahun 2020.

Kasus tersebut telah diserahkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) pada Jumat (11/9/2020).

“Hasil penanganan Bawaslu kemarin tanggal 11 September muncul status terpenuhi unsur pelanggaran. Dokumen pelanggarannya berupa surat dengan kajian dan bukti diteruskan ke komisi ASN di Jakarta,” jelasnya.

Menurut Ruslan Husen, sejak dimulainya tahapan pelaksanaan Pilkada 2020, Bawaslu Sulteng telah menangani sebanyak 46 kasus pelanggaran netralitas ASN.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 21 kasus telah ditindaklanjuti oleh KASN dalam bentuk rekomendasi sanksi kepada ASN yang terbukti tidak netral.

“Sisanya 25 kasus masih proses di Komisi ASN,” pungkasnya. NUR

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 221 times, 1 visits today)

News Feed