oleh

KPU Morut Sosialisasi Pilkada di Masa Pandemi

KETUA KPU Morowali Utara, Yusri Ibrahim mengikuti rapat pimpinan evaluasi tahapan pilkada serentak di salah satu hotel Kota Palu, Senin (24/8/2020). FOTO: NURLELA/SULTENGTERKINI.COM

SultengTerkini.Com, PALU– Pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Morowali Utara (Morut) menyosialisasikan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 6 Tahun 2020 tentang pemilihan kepala daerah (Pilkada) di masa pandemi Covid-19 kepada tokoh masyarakat dan stakeholder.

Sosialisasi yang dilaksanakan di Gedung Tepo Asa Aora Morokoa, Kolonodale beberapa waktu lalu dimaksudkan agar para stakeholder memahami aturan main proses pelaksanaan tahapan pilkada 9 Desember 2020 pada masa pandemi Covid-19.

Ketua KPU Morut, Yusri Ibrahim mengatakan, pelaksanaan pilkada di masa pandemi memang berbeda pada masa normal.

Perbedaan itu dari sisi penyelenggaraan pilkada yang harus mengedepankan protokol kesehatan.

“Pilkada kali ini memperhatikan protokol kesehatan. Seluruh penyelenggara pilkada harus protokol kesehatan. Yang tidak menjalankan protokol kesehatan berarti melanggar, karena itu diatur dalam PKPU,” kata Yusri Ibrahim kepada SultengTerkini.Com, Senin (24/8/2020).

Dia menjelaskan, mekanisme tahapan kampanye di masa pandemi tidak seperti pilkada sebelumnya, dimana kampanye pasangan calon melibatkan banyak orang.

Pilkada tahun ini pasangan calon tidak boleh mengumpulkan banyak orang di satu tempat.

“Dulu bebas melakukan kampanye tatap muka dengan melibatkan banyak orang, sekarang sudah terbatas. Jadi kita sosialisasikan bahwa di masa pandemi ini tidak boleh mengumpulkan banyak orang,” ujarnya.

Dia mengatakan, KPU Morut akan membuat akun Facebook khusus kampanye pasangan calon. Di akun tersebut para pasangan calon menyampaikan visi misinya dan program kerjanya ketika terpilih.

Selain itu kata Yusri Ibrahim, pasangan calon dan tim pemenangan pasangan calon dilarang melakukan kampanye menggunakan isu yang menyinggung suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

“Kita sosialisasikan bahwa kampanye nantinya dilaksanakan di media sosial. Nanti kita buat Facebook khusus tempat para calon berkampanye. Tentu ada aturan mainnya tidak boleh kampanye isu SARA,” ujarnya. NUR

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 24 times, 1 visits today)

News Feed