oleh

Bawaslu Sulteng Berhentikan Puluhan Pengawas Pilkada Serentak

KOORDINATOR Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Sulawesi Tengah, Zatriawati. FOTO: NURLELA/SULTENGTERKINI.COM

SultengTerkini.Com, PALU– Pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Tengah (Sulteng) melakukan pergantian antar waktu (PAW) terhadap 49 anggota di jajaran pengawas adhoc pada pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun 2020.

Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Organisasi Bawaslu Sulteng, Zatriawati mengatakan, puluhan personel pengawas di pilkada 2020 yang di PAW didominasi karena mengundurkan diri akibat pandemi Covid-19.

Selain itu, kata Zatriawati, ada yang diberhentikan secara tidak hormat karena ditemukan berafiliasi dengan partai politik.

Hal itu diketahui berdasarkan laporan masyarakat pada saat kerja-kerja pengawasan tahapan pilkada belum berjalan.

“Alasan di-PAW karena ada yang berafiliasi dengan partai politik, kemudian mereka tidak bersedia bekerja di masa pandemi. Isu pandemi itu kan menakutkan jadi mereka takut mengambil risiko,” kata Zatriawati kepada SultengTerkini.Com di ruang kerjanya, Rabu (19/8/2020).

Dia menyebutkan, angka PAW panitia pengawas Kelurahan/desa tertinggi berada di Kabupaten Banggai sebanyak 10 orang, disusul Kabupaten Morowali sebanyak delapan orang.

Berikutnya Poso dan Tolitoli masing-masing enam orang. Kota Palu dan Morowali Utara (Morut) masing-masing tiga orang dan Kabupaten Buol dua orang.

Sementara PAW di tingkat panitia pengawas kecamatan (Panwascam) sebanyak 11 orang. Dengan rincian, Kabupaten Poso tiga orang, Morowali dan Morut masing-masing dua orang, Parigi Moutong dua orang serta Kota Palu dan Tojo Una-una masing-masing satu orang.

“Yang berafiliasi dengan partai politik ketahuan pada saat mereka dinonaktifkan karena pandemi. Nah pada saat mau diaktifkan kembali munculah tanggapan masyarakat. Jadi belum ada tahapan pengawasan yang mereka kerjakan,” katanya.

Mantan Komisoner KPU Kota Palu itu mengungkapkan, angka PAW jajaran pengawas adhoc menjadi catatan penting Bawaslu RI. Sebab, Sulteng berada pada tingkat tertinggi jumlah PAW secara nasional.

“Hasil rapat dengan Anggota Bawaslu RI ternyata angka PAW itu Sulteng itu tertinggi di Indonesia,” pungkasnya. NUR

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 40 times, 1 visits today)

News Feed