oleh

KPU Morut Imbau Warga Kawal Daftar Pemilih

Ketua KPU Morowali Utara, Yusri Ibrahim

SultengTerkini.Com, PALU– Pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Morowali Utara (Morut) mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat mengawal daftar pemilih untuk pilkada serentak tahun 2020.

Ketua KPU Morut, Yusri Ibrahim mengatakan, daftar pemilih merupakan salah satu aspek penting dalam penyelenggaran pilkada, sehingga masyarakat harus turut mengawal. Salah satu caranya adalah dengan memastikan dirinya terdaftar.

“Kepada seluruh masyarakat, stakeholder mari awasi nama-nama yang ada di daftar pemilih. Lihat nama masing-masing apakah sudah tercantum atau tidak, kalau belum segera laporkan,” kata Yusri Ibrahim kepada SultengTerkini.Com, Ahad (16/8/2020).

Dia mengatakan, tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) telah selesai. Tahapan selanjutnya PPS melakukan evaluasi daftar pemilih hasil coklit yang dilakukan PPDP.

Hal itu dilakukan untuk memastikan kembali seluruh data sudah sesuai fakta di lapangan.

“Sekarang tugas PPS memutakhirkan lagi data-data itu. Jangan sampai ada pemilih di TMS (tidak memenuhi syarat) ternyata orangnya ada, atau ada pemilih yang terlewatkan oleh PPDP. Ini tugas PPS untuk memastikan itu,” ucapnya.

Dia menjelaskan, daftar pemilih hasil coklit disusun menjadi daftar pemilih hasil pemutakhiran (DPHP). Kemudian divalidasi kembali menjadi daftar pemilih sementara (DPS).

DPS tersebut nantinya diumumkan di setiap kelurahan/desa, rumah ibadah dan tempat umum lainnya.

Pada saat itu masyarakat diimbau untuk proaktif mengawal daftar pemilih yang dirilis oleh KPU.

Hal itu dilakukan agar para pemegang hak pilih benar-benar sudah terdaftar, sehingga bisa menyalurkan aspirasinya di tempat pemungutan suara (TPS) pada 9 Desember 2020 mendatang.

“DPS itu nanti kita umumkan. Tugas PPS mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mengecek namanya sudah terdaftar atau belum. Jangan sampai ada pemilih yang terlewatkan oleh PPDP,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, pelaksanaan pemilu sebelumnya, masih banyak warga yang memiliki KTP eletronik di Morut tidak terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap).

Berdasarkan ketentuan, mereka dimasukkan dalam daftar 2,5 persen dari jumlah suara di TPS.

“Kita berupaya agar ini tidak terjadi lagi. Tentunya dengan cara kita terus melakukan perbaikan mulai dari hilir sampai betul-betul bersih. Kita tata dengan sebaik-baiknya mulai dari DPHP, DPS sampai kita menetapkan DPT, sehingga kita harapkan tidak akan menjadi persoalan pada saat nanti voting day pada tanggal 9 Desember nanti,” pungkasnya. NUR

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 23 times, 1 visits today)

News Feed