oleh

12 Ribu Lebih Pemilih di Morut Tidak Memenuhi Syarat di Pilkada Serentak

KETUA KPU Morowali Utara, Yusri Ibrahim

SultengTerkini.Com, PALU– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Morowali Utara (Morut) telah menuntaskan tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) daftar pemilih untuk pilkada serentak di wilayahnya pada 9 Desember 2020 mendatang.

Ketua KPU Morut, Yusri Ibrahim mengatakan, dari hasil coklit yang dilakukan petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) menemukan sebanyak 12.712 pemilih tidak memenuhi syarat (TMS) dari 86.116 daftar pemilih yang ada dalam daftar penduduk potensial pemilih pemilihan (DP4).

“DP4 yang diturunkan Dukcapil sebanyak 86.116 atau A.KWK. Setelah dicoklit kembali oleh PPDP yang TMS 12.712 pemilih,” kata Yusri Ibrahim kepada SultengTerkini.Com, Sabtu (15/8/2020) malam.

Yusri Ibrahim menjelaskan, pemilih kategori TMS didominasi warga luar daerah yang ingin bekerja di perusahaan pertambangan di daerah Morut.

Mereka membuat dokumen pindah domisili dengan perekaman KTP elektronik di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) setempat.

Salah satu syarat untuk diterima sebagai karyawan di perusahaan pertambangan di Morut adalah mereka yang berdomisili di daerah setempat yang ditandai dengan KTP elektronik.

Namun, banyak pelamar dari luar daerah yang sudah mengubah data kependudukannya menjadi warga Morut tetapi tidak lolos.

Mereka pun kembali ke daerah asalnya tanpa melapor ke Dukcapil setempat.

“Nama-nama mereka ada di DP4, tapi pada saat didatangi oleh PPDP ternyata baik kepala desanya, tetangganya dan lain-lain tidak mengetahui orang itu. Ini ditemukan oleh PPDP kita dilapangan,” jelasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, ribuan pemilih yang dicoret dari daftar pemilih tersebut terbanyak di Kecamatan Petasia.

Selain itu, di DP4 juga masih terdapat pemilih yang meninggal dunia dan TNI/Polri aktif.

Dia mengatakan, pemilih yang memenuhi syarat dalam DP4 sebanyak 67.643 orang. Untuk kategori pemilih ubah data sebanyak 5.541 orang.

“Ada perubahan data yang tadinya di desa ini pindah ke kecamatan ini, atau yang tadinya satu keluarga karena sudah menikah membuat keluarga baru,” jelasnya.

Kemudian, pemilih baru sebanyak 10.712 orang. Pemilih kategori baru tersebut mencakup pemilih yang nantinya pada 9 Desember 2020 mendatang sudah berusia 17 tahun, termasuk pemilih dari luar daerah yang pindah menetap di Morut.

Menurutnya, penyelenggara pemilu memiliki kewajiban untuk memastikan seluruh warga, khususnya Morowali Utara yang memenuhi syarat sebagai pemilih harus terdaftar.

Begitu pula sebaliknya yang tidak memenuhi syarat harus dicoret dari daftar pemilih.

“Kita harus memastikan seluruh warga Morowali Utara yang memenuhi syarat harus terdaftar, sehingga data ini masih terus kita perbaiki,” pungkasnya. NUR

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 183 times, 1 visits today)

News Feed