oleh

Walikota Palu Ingatkan Petugas Jangan Sampai Lakukan Pungli

WALI KOTA Palu, Hidayat secara simbolis meresmikan program peningkatan layanan Alpukat dan Kasiku pada Kamis (13/8/2020). FOTO: HUMAS

SultengTerkini.Com, PALU– Wali Kota Palu, Hidayat secara simbolis meresmikan program peningkatan layanan Alpukat (Anak Lahir Pulang Bawa Akta) dan Kasiku (Kelurahan Sadar Miliki Dokumen Kependudukan) pada Kamis (13/8/2020).

Layanan Alpukat tersebut diperuntukan untuk Puskesmas dan RSIA Nasana Pura, sementara layanan Kasiku untuk Kelurahan Tipo dan Kelurahan Kabonena secara online.

“Ketika ada masyarakat yang melahirkan, petugas puskesmas ataupun RSIA Anutapura langsung membuatkan akta kelahiran dan KK (kartu keluarga). Demikian juga untuk masyarakat Tipo dan Kabonena saat mengurus dokumen kependudukan tidak perlu lagi ke Dinas Dukcapil, tapi bisa langsung dilayani di kelurahan melalui sistem aplikasi online,” ujar Kadis Dukcapil Kota Palu, Rosida Thalib.

Menurut kadis, layanan Akta Kelahiran Online ini bermula dari pascabencana 2018 silam yang mengakibatkan banyak anak-anak kehilangan akta kelahiran.

Kemudian pihak Unicef melalui Yayasan Karampuang dalam misi kemanusiaan bekerja sama dengan Dinas Dukcapil Kota Palu untuk menerbitkan kembali dokumen kependudukan berupa akta kelahiran bagi anak-anak yang menjadi korban bencana alam.

“Kerja sama ini dikembangkan dengan peningkatan layanan yang dilengkapi dengan aplikasi dan server sehingga saat sekarang ada layanan Alpukat dan Kasiku,” ungkapnya.

Sementara itu, Walikota Hidayat dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak Unicef dan Yayasan Karampuang yang telah membantu layanan aplikasi tersebut, sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dengan baik.

“Ini merupakan suatu inovasi dan kreativitas anak bangsa, sehingga pemerintah bersungguh-sungguh memberikan pelayanan bagi masyarakat,” katanya.

Walikota mengingatkan jangan sampai petugas ada yang melakukan pungutan liar (pungli) dalam hal pelayanan dokumen kependudukan.

Sebab jika itu terjadi, Walikota akan menjalankan saber pungli.

“Jangan main-main. Sudah ada satu orang yang coba pungut-pungut kita temukan dan sudah diproses hukum,” tegasnya.

Walikota juga meminta agar aturan-aturan pemerintah pusat terkait pelayanan kepemilikan dokumen kependudukan dapat dijelaskan dengan baik agar masyarakat paham. CAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 33 times, 1 visits today)

News Feed