oleh

Rakor di Palu, Kepala BNPT: Waspadai Kemungkinan Teror Dalam Pilkada

RAPAT koordinasi dan silaturahmi Kepala BNPT Komjen Polisi Boy Rafli Amar dengan unsur forum komunikasi pimpinan daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (10/8/2020). FOTO: HUMAS

SultengTerkini.Com, PALU– Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Komjen Polisi Boy Rafli Amar didampingi Deputi 1, Deputi 2, Karoren dan rombongan melakukan rapat koordinasi (rakor) dan silaturahmi dengan unsur forum komunikasi pimpinan daerah (forkompimda) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kepala BNPT bersama rombongan itu diterima langsung Gubernur Longki Djanggola didampingi Wakil Ketua DPRD Sulteng, Zalzulmida A Djanggola bersama unsur forkopimda Sulteng lainnya bertempat di Gedung Pogombo kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Senin (10/8/2020).

Dalam kunjungannya, kepala BNPT memaparkan konsep pencegahan terkait Deradikalisasi dan Pemberdayaan Masyarakat sekaligus memberikan piagam penghargaan dan plakat kepada Gubernur Sulawesi Tengah serta menyerahan bantuan Al Quran dan buku agama kepada Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat  (LPM) Mosanggu Singgana Kelurahan Silae dan diterima Ketua LPM Jayadin Djuhaepa.

Gubernur Sulteng Longki Djanggola dalam sambutannya menyatakan, Pemerintah Provinsi (pemprov) Sulteng telah mengambil langkah-langkah strategis dalam upaya penanganan konflik sosial dan penanggulangan terorisme yang terjadi di wilayahnya yaitu dengan menindaklanjuti Peraturan Pemerintah RI Nomor 2 Tahun 2015 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang (UU) Nomor 7 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2015 tentang Pelaksanaan Koordinasi Penanganan Konflik Sosial.

Berdasarkan peraturan dan perundang-undangan tersebut, kepala daerah mulai dari gubernur sampai dengan bupati/walikota sebagaimana yang tertuang dalam rencana aksi daerah tentang penanganan konflik dan pencegahan terorisme telah melakukan upaya-upaya pencegahan dengan melibatkan TNI dan Polri serta forum-forum kemasyarakatan seperti kewaspadaan dini masyarakat (FKDM) forum kerukunan umat beragama (FKUB) forum pembauran kebangsaan dan forum koordinasi pencegahan terorisme atau (FKPT).

Menurut gubernur, Pemprov Sulteng sangat serius dalam upaya pencegahan konflik sosial dan tentu dengan adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya rasa aman dan nyaman jika konflik terjadi. kelompok radikal Poso tentunya tidak hanya pemerintah daerah yang berkeinginan kuat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut bersama jajaran Polri dan TNI, tetapi lebih penting lagi ada sinergitas yang berkesinambungan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kewaspadaan dini masyarakat di daerah terhadap berbagai ancaman keamanan untuk menciptakan situasi yang kondusif.

Menurutnya, selama ini stigma negatif Sulteng, terutama Kabupaten Poso merupakan daerah rawan konflik sangat merugikan masyarakat dan dapat mempengaruhi pembangunan di daerah Sulteng.

Oleh karena itu keterlibatan semua unsur terkait, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh pemuda jajaran pemerintah kabupaten kota serta semua pihak, termasuk BNPT sangat dibutuhkan.

“Kita semua berharap, dengan adanya pertemuan ini kita dapat berkoordinasi dan bekerjasama dalam setiap langkah dan tindakan sehingga dapat melakukan penanganan konflik terutama dalam hal penegakan hukum terhadap pelaku terorisme di wilayah Sulawesi Tengah,” ujar Gubernur Longki.

Untuk tahun 2020, terdapat 228 rencana aksi nasional kementerian/lembaga di lima daerah sasaran di Sulteng yaitu Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong, Poso, Tojo Una-Una, dan Kabupaten Morowali Utara.

Gubernur berharap kementerian dan lembaga lainnya dapat segera melaksanakan kegiatannya di Sulteng sebagaimana termuat dalam rencana aksi tahun 2020.

Demikian pula kepada BNPT dan satuan tugas daerah sinergitas penanggulangan teroris daerah Sulteng lebih optimal dalam berkoordinasi, sehingga program-program dan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan benar-benar tepat sasaran sehingga dapat mencegah perkembangannya terorisme.

Sementara itu, Kepala BNPT Komjen Polisi Boy Rafli Amar dalam sambutannya mengharapkan rapat koordinasi yang dilaksanakan dapat menghasilkan semangat bersinergi dan komitmen dari pemerintah daerah yang dapat diwujudkan dalam keberlanjutan program penanggulangan terorisme di Sulteng, baik itu dari segi pencegahan, penegakan hukum maupun sinergitas antara kementerian.

Kepala BNPT juga mengimbau agar mewaspadai kemungkinan adanya perbuatan teror dalam penyelenggaraan pilkada.

Pihaknya menyatakan dukungan dengan kampanye damai yang tertib, langsung, umum, bebas, rahasia yang akan menentukan kualitas dari pilkada. CAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 54 times, 1 visits today)

News Feed