oleh

Pemkot Palu Anggarkan Rp 103 Miliar Bangun Jalan dan Drainase di Kawasan Huntap

WALI KOTA Palu Hidayat saat membawakan sambutan dalam acara peresmian dua musala bantuan dari BNI setempat pada Senin (3/8/2020) di kawasan hunian tetap Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat. FOTO: HUMAS

SultengTerkini.Com, PALU– Wali Kota Palu Hidayat secara simbolis meresmikan dua musala bantuan dari BNI setempat pada Senin (3/8/2020) di kawasan hunian tetap (huntap) Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat.

Bantuan dua tempat ibadah umat Islam tersebut diberi nama Musala Al-Hidayah yang terletak di Hutan Kota Kaombona dan kawasan huntap Kelurahan Balaroa.

Dalam sambutannya, Walikota Hidayat menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas nama pemerintah dan masyarakat kepada pihak BNI Cabang Palu yang telah memberikan bantuan dua musala kali ini.

“Terima kasih banyak kepada BNI yang terus bekerja sama dengan Pemerintah Kota Palu untuk membangun daerah ini,” ungkapnya.

Dia berharap musala yang dibangun bisa dimanfaatkan dengan betul dan dijaga dengan baik oleh masyarakat setempat. Bahkan kedepan musala yang dibangun diharapkan bisa menjadi masjid.

Dalam kesempatan yang sama, walikota juga mengatakan pihaknya terus berjuang dan berusaha dalam melakukan upaya-upaya percepatan pembangunan huntap bagi penyintas bencana di Kota Palu.

“Dalam percepatan penanganan musibah alam ini kita bekerja betul-betul ‘out of the box’ salah satunya percepatan pembangunan huntap. Tentunya tantangan yang dihadapi sangat luar biasa,” katanya.

Pemerintah Kota (pemkot) Palu katanya telah menganggarkan Rp 103 miliar dari APBD untuk membangun fasilitas jalan dan drainase yang ada di kawasan huntap, termasuk jalan lingkar luar Kota Palu yang lebarnya sekira 40 meter.

“Kurang lebih 15 kilometer jalan kita bangun, tujuh kilometer diantaranya adalah jalan paling lebar yakni 40 meter kita bangun,” katanya.

Walikota menginginkan pembangunan di wilayah Kota Palu tertata dan terstruktur sesuai dengan apa yang direncanakan, sehingga tidak ada lagi keluhan masyarakat terkait pembangunan yang dinilai amburadul.

“Jangan izinkan perumahan-perumahan membangun lagi jalan yang lebarnya cuma empat meter, minimal lebar jalan sekitar tujuh meter dan saya tidak mau kalau drainasenya bukan pondasi,” tegasnya. CAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 36 times, 1 visits today)

News Feed