oleh

Dua Pengedar Kosmetik Ilegal di Palu Ditangkap

Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Polisi Syafril Nursal menunjukkan barang bukti kosmetik ilegal yang berhasil diungkap anggotanya. FOTO: ICHAL/SULTENGTERKINI.COM

SultengTerkini.Com, PALU– Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) menangkap dua orang pelaku pengedar kosmetik yang belum memiliki izin edar.

“Dua pelaku itu yakni AR (33), warga Kelurahan Lasoani Kecamatan Mantikolore, Kota Palu dan YN (29), warga Kelurahan Duyu Kecamatan Palu Barat,” kata Kapolda Sulteng, Irjen Polisi Syafril Nursal.

Keduanya ditangkap karena diketahui melakukan jual beli kosmetik yang belum memiliki izin edar.

Kapolda Syafril yang juga didampingi Kabid Humas, Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Polisi Eko Sulistyo Basuki dan Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Polisi Novia Jaya lebih lengkap merincikan jenis kosmetik yang belum memiliki izin edar setelah dilakukan pengecekan melalui Balai POM Kota Palu.

Kosmetik tanpa izin edar itu diantaranya lulur merek Susu Putih, Zam-Zam Whitening Cream, Baking Soda Toothpaste, satu paket NRL cream, handbody Dosting, Collagen Plus Vit E, cairan warna kuning sabun pepaya, Cream Super Special Thailand, Toner Pelicin Extra Lemon, Shoting Gel Aloe Vera 99%, dan Coloured Soft Cosmetic Art. No 8181 Soft Coloured.

Dia menyebutkan, dari pelaku AR disita sebanyak sembilan jenis kosmetik berbagai merek dengan jumlah keseluruhan 1.105 buah.

Sedangkan dari pelaku YN disita sebanyak enam jenis kosmetik berbagai merek dengan jumlah keseluruhan 1.079 buah.

Kapolda menjelaskan, modus penjualan yang dilakukan yaitu pelaku menawarkan barangnya dengan memposting melalui media sosialnya.

Setelah ada pelanggan yang berminat, pelaku kemudian memberikan nomor WhatsApp, setelah terjadi kesepakatan pelanggan akan mendatangi rumah pelaku untuk melakukan transaksi.

Terhadap pelaku penyidik menjerat dengan Pasal 197 Jo pasal 106 ayat (1) Undang-Undang (UU) RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 1,5 miliar.

Selain itu juga Pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) huruf (a), huruf (g) dan huruf (i) UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2 miliar. CAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 74 times, 1 visits today)

News Feed