oleh

KPU Sulteng Sebut Banyak Adminduk Daftar Pemilih Tidak Sinkron

KOMISIONER KPU Sulawesi Tengah Divisi Perencanaan dan Data, Halima. FOTO: NURLELA/SULTENGTERKINI.COM

SultengTerkini.Com, PALU– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menemukan sejumlah persoalan yang berkaitan dengan elemen data daftar pemilih untuk pilkada serentak tahun 2020.

Komisioner KPU Sulteng Divisi Perencanaan dan Data, Halima mengungkapkan, idealnya seluruh elemen data daftar pemilih itu harus sinkron.

Tidak ada perbedaan data antara NIK di KTP dan NIK di KK. Begitu pula dengan alamat tempat tinggal harus sesuai alamat KTP dan KK.

Namun fakta dilapangan kata Halima, saat Petugas Pemutakhiran Daftar Pemilih (PPDP) melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) menemukan banyak Administrasi Kependudukan (adminduk) pemilih yang tidak sesuai.

Seperti NIK di KTP dan NIK tidak sama, alamat KTP suami istri tidak sama. Kemudian, NIK pemilih yang terdaftar di DP4 berbeda dengan NIK di KTP pemilih, pemilih yang belum memiliki KTP dan sejumlah masalah adminduk lainnya.

“Ada pemilih KTPnya Kota Palu, tapi Kartu Keluarga (KK) Donggala. Ada juga suami istri alamat KTPnya beda kabupaten. Ketika KTP dan KK berbeda mungkin itu tidak masalah bagi warga, tapi menjadi masalah bagi kami penyelenggara,” kata Halima pada SultengTerkini.Com, Senin (27/7/2020).

Menurutnya, daftar pemilih dari pemilu ke pemilu akan terus bermasalah jika adminduk tidak segera diselesaikan.

Hal ini juga berkaitan dengan kesadaran masyarakat tentang pentingnya dokumen adminduk.

“Kami KPU, Bawaslu dan Dukcapil harus bekerja keras dan kerja berat untuk menyesaikan ini. Sekarang ini kita bukan lagi mencari siapa yang salah, tetapi bagaimana permasalahan ini diselesaikan bersama,” ucapnya. NUR

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 52 times, 1 visits today)

News Feed