oleh

Dear Pegowes, Ini Tanda-tanda Jantung Kolaps Saat Bersepeda

PERHATIKAN intensitas gowes sepeda kamu. (Foto: Getty Images/iStockphoto)

SultengTerkini.Com, JAKARTA– Bersepeda kini tengah digandrungi masyarakat. Terbukti, belakangan ini jalanan dipenuhi dengan pegowes, baik di pagi atau malam hari.

Bahkan pesepeda kerap memenuhi titik-titik sudut kota di akhir pekan.

Tentunya kebiasaan ini merupakan hal positif karena membuktikan makin banyak yang peduli tentang gaya hidup sehat. Hanya saja, muncul juga kabar soal pesepeda yang kolaps di jalanan.

Salah satu alasan bersepeda membuat jantung kolaps adalah terlalu memaksakan diri untuk mengayuh sepeda bahkan ketika sebenarnya tubuh tak mampu lagi.

Atau bersepeda tanpa pemanasan terlebih dahulu. Karenanya, seseorang harus tahu kemampuan dan batasannya saat bersepeda agar tidak kolaps.

“Kalau kita merasa bahwa sudah sampai batas, atau something wrong, biasanya rasanya debar-debar, sakit dada, napas nggak bisa atau susah, ada pusing seperti mau pingsan, dan dadanya seperti dihimpit itu tanda-tanda serangan jantung,” kata spesialis jantung dari RS Siloam Lippo Karawaci, dr Vito A Damay, SpJP, di live Instagram detikcom dan ditulis Ahad (26/7/2020).

Gowes dengan durasi yang lebih lama daripada yang dilakukan sebelumnya dan dengan intensitas yang cukup tinggi juga bisa memicu kolaps.

Nah, buat rekan-rekan sesama pegowes, ada juga beberapa kondisi yang menyiratkan partner pesepeda kamu sudah kolaps.

“Jadi kan misalnya dia tidak sadarkan diri, dia tidak akan respons saat dipanggil. Goncang bahunya, kalau dia tidak merespons, kita anggap dia kolaps karena masalah jantung,” tutur dr Vito.

“Kalau kita medical professional, kita bisa raba nadi di leher. Kalau bukan, nggak usah (raba nadi) karena itu buang-buang waktu carinya. Jadi ketika dia nggak respons, kita anggap dia sudah alami henti jantung,” sambungnya.

Disebutkan pula oleh dr Vito, henti jantung saat bersepeda kerap disebabkan karena serangan jantung, terlebih jika dialami oleh mereka yang berusia di atas 40 tahun. Jika kolaps terjadi, jangan panik dan segera panggil bantuan agar tak terjadi kondisi fatal yang tak diinginkan.

(sumber: detik.com)

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 20 times, 1 visits today)

News Feed