oleh

Kasus Jembatan Palu IV Belum Ada Tersangka, Wakajati Sulteng: Masih Didalami

WAKIL Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Sapta Subrata saat jumpa pers dalam rangka Hari Bhakti Adhyaksa  ke 60 di ruang press room, Rabu (22/7/2020). FOTO: ICHAL/SULTENGTERKINI.COM

SultengTerkini.Com, PALU– Jumlah perkara tindak pidana khusus yang ditangani oleh pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah (Sulteng) dan jajarannya yakni untuk tahap penyelidikan ada 15 perkara, penyidikan 19 perkara, penuntutan 30 perkara, dan eksekusi 24 perkara.

“Penuntutan ini tentunya hasil dari penyidikan kita sendiri maupun dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulteng,” kata Wakil Kepala Kejati (Wakajati) Sulteng, Sapta Subrata kepada sejumlah jurnalis saat jumpa pers dalam rangka Hari Bhakti Adhyaksa  ke 60 di ruang press room, Rabu (22/7/2020).

Saat ini kata dia, pihak Kejati Sulteng sedang melakukan penyidikan terhadap kasus jembatan Palu IV.

Dia menjelaskan, jembatan Palu IV itu adalah masalah pembayaran biaya eskalasi.

Dimana dari fakta yang didapat oleh kejaksaan, bahwa pekerjaan jembatan itu sebetulnya sudah di-PHO, artinya telah diserahkan dari rekanan kepada PPK (pejabat pembuat komitmen) pada tahun 2006.

Pada saat sudah diserahkan terus dilaksanakan adendum keempat dan disitulah ditentukan ada kurang pekerjaan, ada kemahalan pekerjaan, sehingga terakumulasi biaya sekira Rp 14 miliar.

Di adendum itu juga kata dia, ditentukan bahwa apabila ada sengketa dilaksanakan oleh persidangan Badan Arbitrase Nasional Indonesia atau BANI.

“Tentunya kita melihat kembali ke undang-undang pengadaan barang dan jasa. Jadi untuk kasus ini tim kami sedang mendalami,” tuturnya.

Sejauh ini pihak Kejati Sulteng telah memeriksa sekira 50 orang saksi dan belum satupun yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. HAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 66 times, 1 visits today)

News Feed