oleh

Bakal Calon Bupati Independen Ragukan Independensi KPU Poso

T Samsuri

SultengTerkini.Com, POSO– Bakal Calon (Balon) Bupati Poso, dari jalur perseorangan, T Samsuri menyatakan kekecewaannya atas kerja-kerja pihak jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.

Terutama pihak panitia pemungutan suara (PPS) saat melakukan verifikasi faktual terkait jumlah KTP yang bakal mendukung dirinya berpasangan dengan Tony Sowolino dalam Pilkada Poso pada 9 Desember 2020 mendatang.

Kekecewaan yang disampaikan T Samsuri itu berupa sikap pihak petugas PPS dengan bertanya yang diulang-ulang saat verifikasi faktual kepada warga yang memberikan dukungan kepadanya.

“Pertanyaan yang berulang-ulang ini seakan-akan ada upaya intimidasi,” kata Samsuri saat ditemui sejumlah jurnalis di ruang kerjanya, Rabu (22/7/2020).

Samsuri mengatakan, dari informasi serta bukti rekaman yang diperoleh tim relawan pasangan Samsuri-Tony, pihak petugas PPS juga terkesan menggiring warga dengan kesan mengancam.

“Jika mendukung pasangan Samsuri-Tony bakal tidak mendapat bantuan langsung tunai (BLT),” katanya.

Merasa hak konstitusional sebagai warga dilanggar, akhirnya pasangan ini melaporkan perihal kejanggalan yang dirasakannya ke pihak Bawaslu Poso.

Harapannya ada tindakan kongkrit yang dilakukan lembaga pengawas yang berkantor di Jalan Pulau Bali Poso tersebut.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Poso, Abdul Malik Saleh saat ditemui jurnalis mengatakan, pihaknya telah menindaklanjuti laporan yang disampaikan pasangan Samsuri-Tony sebagaimana ketentuan berlaku.

Seperti sikap petugas PPS yang melakukan pertanyaan berulang-ulang, pihak Bawaslu telah menyurati pihak KPU Poso untuk melakukan pembinaan kepada jajarannya, khususnya para petugas PPS yang melakukan verifikasi faktual di lapangan.

Menyangkut adanya ancaman seperti tidak mendapat BLT kalau mendukung pasangan ini, Abdul Malik mengatakan, hal itu tidak dilaporkannya.

Bahkan kata Abdul Malik, pihaknya juga telah meminta kepada pasangan bakal calon untuk melengkapi laporan dengan menyertai tempat, waktu kejadian serta bukti-bukti yang ada lainnya.

Namun kata Abdul Malik, hingga saat ini phaknya belum mendapat balasan dari pihak pasangan calon tersebut terkait permintaan kelengkapan laporan yang dimaksud.

Secara terpisah, Ketua KPU Poso, Budiman Maliki yang juga dikonfirmasi jurnalis media ini melalui telepon genggamnya menyatakan, kalau pihaknya belum bisa memberikan keterangan terkait surat dari pasangan bakal calon tersebut.

Hal ini kata dia semata-mata menyangkut etika, karena secara langsung surat dari pihak pasangan bakal calon tidak terima oleh pihak KPU Poso, termasuk tembusannya. FAI

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 184 times, 1 visits today)

News Feed