oleh

KPU Sulteng Akui Banjir Hambat Coklit Data Pemilih

KETUA KPU Sulawesi Tengah, Tanwir Lamaming memberikan pengarahan kepada Petugas Pemutakhiran Data Pemilih di Kabupaten Morowali Utara (Morut) pada apel gerakan cokit serentak. FOTO: KPU MORUT

SultengTerkini.Com, PALU– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tengah (Sulteng) mengungkapkan bencana alam banjir yang terjadi di sejumlah wilayahnya menghambat pelaksanaan tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih pada pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 9 Desember 2020.

“Teman-teman dilapangan pasti akan berhadapan dengan situasi itu (banjir). Kalau kondisi alam ya kita harus menunggu aman baru kembali bekerja,” kata Ketua KPU Sulteng, Tanwir Lamaming saat dihubungi SultengTerkini.Com, Ahad (19/7/2020).

Dia menjelaskan, sejumlah kabupaten melaporkan menghadapi cuaca ekstrim seperti hujan dengan intensitas tinggi yang mengakibatkan banjir bandang seperti Kabupaten Morowali Utara (Morut), Morowali dan Parigi Moutong.

“Ada beberapa laporan banjir Morowali, Morowali Utara. Seluruh kabupaten ada laporan banjir cuma kan tidak skala kabupatennya, hanya skala desa dan kecamatan,” jelasnya.

Namun demikian, mantan Ketua Panwaslih Morowali itu optimis pelaksanaan tahapan coklit data pemilih bisa selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan KPU.

Jadwal pelaksanaan tahapan coklit data pemilih untuk pilkada tahun ini dimulai pada 15 Juli hingga 13 Agustus 2020 mendatang.

“Teman-teman dilapangan meski hujan, tetap melakukan coklit. Secara subtansi tidak ada kendala. Saya kira semua (coklit) bisa diselesaikan sesuai jadwal tahapan,” jelasnya.

Dia mengimbau kepada seluruh PPDP yang bekerja di tengah pandemi Covid-19 mematuhi protokol kesehatan.

“PPDP wajib menjaga kesehatan untuk diri sendiri dan keluarga dan menjaga kesehatan pemilih yang didatangi untuk melakukan coklit dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” ujarnya. NUR

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 22 times, 1 visits today)

News Feed