oleh

Kapolda Sulteng: Bila Anggota Saya Terlibat Narkoba Harus Dipecat!

KAPOLDA Sulawesi Tengah Irjen Polisi Syafril Nursal mengawali pemusnahan barang bukti sabu-sabu sebnyak 25,7 kilogram, Kamis (16/7/2020). FOTO: ICHAL/SULTENGTERKNI.COM

SultengTerkini.Com, PALU– Barang bukti narkotika jenis sabu-sabu puluhan kilogram (kg) hasil sitaan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) akhirnya dimusnahkan, Kamis (16/7/2020).

Pemusnahan puluhan kg sabu-sabu di halaman Ditresnarkoba Polda Sulteng itu diawali Kapolda Sulteng Irjen Polisi Syafril Nursal lalu diikuti para pejabat instansi terkait.

Pemusnahan barang bukti itu dilakukan dengan cara sabu-sabu dituang ke dalam tempat berisi air mendidih lalu ditumpah di selokan.

“Barang bukti yang dimusnahkan hari ini sebanyak 25,7 kilogram sabu-sabu dari tiga perkara dengan empat tersangka,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Sulteng, Kombes Polisi Aman Guntoro dalam sambutannya.

Keempat tersangka yang ditangkap dan memiliki puluhan kg sabu-sabu itu yakni IR, Ar, RR, dan AM.

Sementara itu, Kapolda Sulteng Irjen Polisi Syafril Nursal mengatakan, dengan tertangkapnya para tersangka dengan barang bukti puluhan kilogram sabu-sabu itu, maka polisi telah menyelamatkan masyarakat dari bahaya narkoba sebanyak 257.720 orang.

“Ada rumusnya sendiri untuk menghitungnya,” katanya.

Dari hasil penelusuran polisi kata dia, pengungkapan kasus 25 kg sabu-sabu itu barangnya berasal dari Malaysia kemudian masuk ke Kalimantan Utara lalu dibawa ke Sulteng.

“Alhamdulillah kita bisa menangkap itu. Bayangkan kalau 25 kilogram itu lolos, wah berapa banyak masyarakat yang akan menggunakan narkoba di wilayah kita ini,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Sulteng mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar dapat ikut berpartisipasi dalam melakukan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di wilayahnya.

Dia mengungkapkan, untuk Sulteng sendiri berada di rangking keempat pengguna narkoba terbanyak di Indonesia.

“Jadi sungguh sangat memprihatinkan kondisi kita di Sulteng,” katanya.

Kapolda juga telah memerintahkan kepada Direktur Reserse Narkoba Polda Sulteng agar membuat pertemuan antar direktur narkoba seluruh kawasan Sulawesi.

Karena memang kata dia, di Sulteng ini rupanya menjadi pasar yang paling luas dan lokasinya juga tepat berada di tengah-tengah pulau Sulawesi.

Menurutnya, kalau orang sudah terkena narkoba, baiknya itu tinggal 10 persen.

Oleh karena itu, kapolda sudah mengambil kebijakan, dimana bila anggotanya terlibat narkoba akan dipecat.

“Kau kan polisi, kau tahu itu melanggar hukum, begitu terlibat narkoba, harus dipecat!,” kata mantan Kapolresta Pekanbaru, Polda Riau itu.

“Jadi selama saya menjadi kapolda disini, yang terlibat narkoba harus dipecat, PTDH (pemberhentian tidak dengan hormat,” tegas mantan Direktur Reserse Narkoba Polda Riau itu.

Kebijakan itu sengaja diambil Kapolda Sulteng karena sudah diteliti sejak menjabat sebagai direktur narkoba dan kasat reserse di Jakarta bahwa, semua yang melakukan di dalam penjara itu mengulangi perbuatannya.

“Hanya 10 persen yang tidak mengulang, yang lain itu mengulang semuanya,” ujarnya.

Dia menuturkan, orang yang sudah terkena narkoba itu otaknya rusak, tidak bisa diharapkan apa-apa lagi, walaupun sudah direhabilitasi, nanti ada peluang balik lagi.

“Begitu berbahayanya narkoba itu. Oleh karena itu mari kita perang dengan narkoba ini,” tuturnya.

Kapolda juga meminta kepada Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Sulteng agar menuntut tersangka narkoba setinggi-tingginya.

Begitupun kepada pihak Pengadilan Negeri Palu, kapolda juga meminta agar memberikan hukuman seberat-beratnya kepada mereka yang terlibat narkoba.

Kapolda juga mengajak para jurnalis untuk terus mendorong agar masyarakat ikut serta bersama kepolisian dalam pemberantasan narkoba.

“Karena sekali lagi, narkoba itu adalah kejahatan jaringan, terorganisir. Jadi kita harus melawan secara bersama-sama,” pungkasnya. CAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 263 times, 1 visits today)

News Feed