oleh

Walikota Hidayat Terus Berupaya Pulihkan Palu Pascabencana

WALI KOTA Palu Hidayat bertemu para pemuda Jawa yang tergabung dalam Perkumpulan Pelajar dan Pemuda Jawa Sulawesi Tengah pada Ahad (12/7/2020) malam. FOTO: HUMAS

SultengTerkini.Com, PALU– Wali Kota Palu Hidayat bertemu para pemuda Jawa yang tergabung dalam Perkumpulan Pelajar dan Pemuda Jawa (Permuja) Sulawesi Tengah pada Ahad (12/7/2020) malam.

Pertemuan yang juga dihadiri Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Palu, Syamsul Saifudin itu berlangsung di Kedai Permuja yang dikelola oleh para pemuda Jawa tersebut.

Dalam arahannya, Walikota Hidayat menyampaikan bahwa masyarakat di wilayahnya menjunjung tinggi tiga nilai yaitu nilai toleransi, kekeluargaan, dan kegotongroyongan, sehingga tak heran banyak suku yang tinggal di Kota Palu termasuk Jawa.

“Sebenarnya kalian sudah disebut orang Palu yang bersuku Jawa karena sudah tinggal di Palu,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Walikota Hidayat juga menampik isu yang tersebar di tengah masyarakat supaya tidak simpangsiur, terutama tentang kebencanaan yang terjadi tanggal 28 September 2018 silam.

Dimana saat itu akan digelar pagelaran seni yang melibatkan berbagai suku dan etnis termasuk Jawa dengan mendirikan sekitar tujuh panggung di sepanjang Teluk Palu dalam rangka memperingati HUT Kota Palu ke 40 tahun.

Sebenarnya kata walikota, event tersebut akan digelar 23 September 2018, namun karena dibarengi dengan Peringatan Hari Habitat Dunia yang dipusatkan di Palu, maka pelaksanaannya diundur hingga 28 September 2018.

“Saat itu sama sekali tidak ada ritual pemotongan kepala hewan yang dihanyutkan ke laut. Ini video-video yang entah dari mana asalnya dan diedit oleh orang yang tidak bertanggung jawab, sehingga menggemparkan negeri ini hingga dunia,” katanya.

Walikota menyatakan sampai saat ini pihaknya terus berupaya memulihkan kembali Kota Palu pascabencana tersebut mulai dari perbaikan jalan rusak yang jadi kewenangan Pemerintah Kota Palu, penyediaan hunian tetap (huntap), dan upaya rehabilitasi dan rekonstruksi lainnya.

Walikota berharap para pemuda tidak ikut menyebarkan informasi-informasi yang tidak jelas sumbernya, sehingga membuat gaduh masyarakat.

Apalagi ini tahun politik pastilah banyak informasi sesat yang sengaja disebar-sebarkan.

Ditambah lagi katanya, saat ini sedang mewabah Virus Corona,  kalau masyarakat khawatir yang berlebihan hingga membuat imun tubuh menurun karena pemberitaan yang tidak jelas, pasti akan mudah tertular. CAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 27 times, 1 visits today)

News Feed