oleh

Polda Sulteng Tangkap Dua Begal HP 33 TKP di Palu

APARAT Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tengah menangkap tujuh pelaku kriminal, dua diantaranya begal handphone yang sering meresahkan di wilayahnya. FOTO: ICHAL/SULTENGTERKINI.COM

SultengTerkini.Com, PALU– Aparat Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan atau biasa dikenal dengan begal di jalan yang sering meresahkan di wilayahnya.

Direktur Reskrimum Polda Sulteng, Kombes Polisi Novia Jaya mengatakan, ada dua pelaku ditangkap dalam kasus begal atau dalam hal ini perampasan telepon genggam yang sering beraksi di wilayah Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Parigi Moutong.

Novia Jaya menjelaskan, dua pelaku itu berinisial AD (18), warga BTN Kabonena Palu dan MAH (18), warga BTN Baliase Marawola Kabupaten Sigi.

Dia mengatakan, rata-rata korban adalah wanita yang sedang berkendara sepeda motor yang melintasi jalan-jalan sunyi.

Berdasarkan pengakuan para pelaku kata dia, ada 33 tempat kejadian perkara (TKP) perampasan atau jambret HP yang dilakukan.

“Tidak hanya di wilayah Kota Palu, tetapi juga merambah ke wilayah Kabupaten Sigi dan Kabupaten Parigi Moutong,” kata Novia Jaya yang didampingi Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sulteng, Kompol Sugeng Lestari dan Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sulteng, Kompol Lexi, Kamis (9/7/2020).

Novia menuturkan, pelaku ditangkap Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Sulteng pada 21 dan 25 Juni 2020 terkait dengan kasus perampasan telepon genggam di Jalan Durian Palu.

“Kasus itu terjadi pada tanggal 22 Mei 2020. Dari sinilah sehingga terungkap 33 TKP lainnya,” ungkap mantan Kepala SPN Polda Sulteng itu.

Hasil rampasan telepon genggam oleh pelaku langsung dijual, baik kepada perorangan yang membutuhkan maupun yang dijual ke counter jual beli HP bekas dengan harga bervariasi antara Rp 500 ribu sampai dengan Rp 1 juta.

“Inilah yang telah diupayakan tim penyidik dan sampai saat ini baru terkumpul 22 buah HP,” tuturnya.

Novia menambahkan, modus yang dilakukan adalah pelaku sudah mensurvei jalan-jalan yang sunyi dan disaat melihat ada sasaran langsung dibuntuti dengan naik sepeda motor.

Kemudian korban dipepet lalu merampas tasnya ataupun telepon genggam. Usai beraksi, pelaku kemudian melarikan diri.

Ada juga modus yang dibuntuti, dipepet kemudian korban ditendang hingga jatuh selanjutnya tasnya dirampas.

Atas kasus itu, penyidik menjerat tersangka dengan pasal 365 ayat (2) KUHP subsider pasal 362 KUHP dengan ancaman penjara 9 tahun.

Novia Jaya juga mengimbau kepada masyarakat untuk hati-hati membeli telepon genggam bekas terlebih pemilik counter jual beli HP bekas.

“Karena bisa jadi mereka juga akan kita jerat dengan pasal pertolongan jahat atau penadahan,” tuturnya. HAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 50 times, 1 visits today)

News Feed