oleh

Dua Pengedar Sabu-sabu 25 Kg di Palu Terancam Hukuman Mati

KAPOLDA Sulawesi Tengah Irjen Polisi Syafril Nursal didampingi Direktur Reserse Narkoba dan Kabid Humas memperlihatkan barang bukti sabu-sabu 25 kilogram di mapolda setempat, Selasa (30/6/2020). FOTO: ICHAL/SULTENGTERKINI.COM

SultengTerkini.Com, PALU– Dua pengedar sabu-sabu seberat 25 kilogram (kg) yang ditangkap aparat Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) di pos pemeriksaan Covid-19 Kelurahan Tawaeli, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu pada Ahad (28/6/2020) malam sekira pukul 22.30 Wita terancam hukuman mati.

“Terhadap para pelaku akan dijerat dengan pasal 114 ayat 2 dan 112 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati,” kata Kapolda Sulteng Irjen Polisi Syafril Nursal kepada sejumlah jurnalis di mapolda setempat Jalan Sam Ratulangi, Selasa (30/6/2020).

Dia mengatakan, dua pengedar sabu-sabu yang ditangkap berinisial R (36) dan AM (38).

Menurutnya, kedua pelaku itu merupakan residivis narkoba yang kabur dari lembaga pemasyarakatan saat gempa terjadi pada 28 September 2018 lalu.

Dia mengatakan, proses pengungkapan dan penangkapan pengedar sabu-sabu 25 kg ini membutuhkan waktu yang tidak singkat.

“Ini butuh kesabaran, menunggu, menunggu, menunggu, kalau kita tidak sabar sedikit, lolos barangnya,” tutur mantan Direktur Reserse Narkoba Polda Riau itu.

Kapolda juga mengapresiasi kinerja anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulteng yang terlibat dalam penanganan mulai dari awal penyelidikan hingga terungkapnya sabu-sabu 25 kg itu.

“Tentu kita akan berikan reward kepada yang bersangkutan sebagai sebuah prestasi besar,” ujar mantan Irwasda Polda Aceh itu.

Dia menjelaskan, sabu-sabu seberat 25 kg ini berasal dari Negara Malaysia melalui jalur laut kemudian melintasi Kalimantan dan masuk ke wilayah Perairan Donggala.

Kapolda mengaku prihatin dengan kondisi angka pengguna narkoba di wilayahnya yang cukup tinggi dan bahkan menduduki rangking ke empat di Indonesia.

Untuk itu dia mengajak kepada seluruh warga di wilayahnya bersama-sama memerangi peredaran narkoba.

“Karena tidak cukup polisi sendiri, perlu keikutsertaan masyarakat memberikan informasi kepada aparat kepolisian bila mengetahui ada peredaran narkoba di wilayahnya, sebab jika tidak, generasi muda kita terancam oleh penggunaan narkoba,” tutur alumni Akabri tahun 1986 itu.

Selain 25 kg sabu-sabu, polisi juga menyita satu mobil hartop warna putih DN 1946 LK, tiga unit telepon genggam, dan satu sepeda motor Yamaha NMax. HAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 640 times, 1 visits today)

News Feed