oleh

Kadinkes Sulteng Sebut Pelayanan Rapid Tes/Swab Gratis Sepanjang dari APBN dan APBD

dr Reny Lamadjido

SultengTerkini.Com, PALU– Wakil Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) yang juga Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sulteng dr Reny Lamadjido kepada jurnalis meluruskan beberapa informasi yang beredar di masyarakat.

Pertama kata dia, terkait dengan pembukaan posko rapid tes/swab yang dibuka di depan kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng adalah untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat yang melakukan perjalanan dan ibu hamil.

Karena menurutnya, saat ini rumah sakit pemerintah provinsi kabupaten/kota, puskesmas, masih terkonsentrasi dalam melakukan perawatan pasien Covid-19.

Dia mengatakan, kebijakan itu merupakan hasil keputusan rapat Gubernur Sulteng bersama forum koordinasi pimpinan daerah, kepala Bandara Mutiara SIS Aljufri dan seluruh perwakilan maskapai penerbangan dengan berpedoman pada Surat Edaran (SE) Dirjen P2P Kemenkes RI Nomor: SR.04.03/II/6689/2020 tanggal 29 April 2020 tentang pelaksanaan angkutan udara dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Dalam SE itu dinyatakan bahwa seluruh penumpang adalah pejabat/instansi pemerintah dan swasta yang melakukan tugas kedinasan harus menunjukkan surat perintah melaksanakan tugas dari atasannya.

Kemudian, penumpang penerbangan tersebut harus memenuhi persyaratan kesehatan dan memiliki surat keterangan sehat bebas Virus Corona, harus ada hasil swab/rapid tes atau surat keterangan berbadan sehat, yang diterbitkan oleh fasilitas kesehatan/rumah sakit pemerintah atau Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Selanjutnya ketentuan tersebut telah ditindaklanjuti Gubernur Sulteng dengan SE Nomor: 550/284/Dis.Kes, tanggal 3 Juni 2020, tentang persyaratan Perjalanan orang yang menggunakan alat transfortasi umum dalam upaya pencegahan dan pengendalian Virus Corona yang mewajibkan seluruh penumpang pelaku perjalanan wajib memperhatikan persyaratan perjalanan sesuai SE Dirjen P2P Kemenkes RI dan SE Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Covid-19.

Berikutnya rapid tes/swab dilakukan bagi orang tanpa gejala, pasien dalam pengawasan dan orang dalam pemantauan, serta ibu hamil yang akan melahirkan, dan serta aparatur sipil negara, TNI/Polri, BUMN, legislatif, yudikatif serta pegawai instansi vertikal yang akan melaksanakan tugas perjalanan dinas ditandatangani oleh pejabat setingkat eselon II.

Berikutnya, bagi masyarakat umum yang mau melaksanakan perjalanan keluar daerah dan membutuhkan rapid tes/swab secara mandiri, silakan ke rumah sakit, laboratorium kesehatan dan klinik kesehatan.

“Dalam kelengkapan dokumen-dokumen perjalanan tersebut untuk daerah-daerah tertentu seperti DKI Jakarta, Bali, tetap harus memiliki persyaratan hasil swab kepada pendatangnya, sedangkan untuk beberapa daerah lainnya dan kabupaten/kota cukup hanya memiliki hasil rapid tes atau hanya memiliki surat keterangan berbadan sehat,” katanya.

Semuanya persyaratan dokumen perjalanan tersebut dimaksudkan untuk pengendalian dan memutus rantai penularan Covid-19.

Selanjutnya tentang kebutuhan pelayanan rapid tes untuk masyarakat Sulteng, pemerintah provinsi sudah mendistribusikannya kepada Dinas Kesehatan kabupaten/kota, rumah sakit umum/swasta sebanyak 11.282 unit.

Selanjutnya pemerintah provinsi juga akan mendistribusikan kembali alat rapid tes sebanyak 700 unit untuk setiap kabupaten/kota, dan akan diserahkan langsung Gubernur Longki secara simbolis pada Senin (8/6/2020) kepada kabupaten/kota wilayah Kota Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong, dan diharapkan pemanfaatannya tidak dikenakan biaya.

Reny Lamadjido menyampaikan, pelayanan rapid tes/swab yang dilakukan RS pemerintah tidak dipungut biaya sepanjang alat rapid tes/swab itu diadakan dari alokasi dana APBN dan APBD.

“Sampai saat ini tidak ada biaya dalam pengambilan hasil rapid tes/swab selama penggunaannya sesuai dengan sasaran penanganan Covid-19,” katanya. CAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 48 times, 1 visits today)

News Feed