oleh

51 Orang Tewas Dalam Lakalantas di Sulteng Selama Pandemi Covid-19

DIREKTUR Lalu Lintas Polda Sulawesi Tengah, Kombes Polisi Kingkin Winisuda. FOTO: ICHAL/SULTENGTERKINI.COM

SultengTerkini.Com, PALU– Direktur Lalu Lintas Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) Kombes Polisi Kingkin Winisuda menjelaskan, anatomi kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang terjadi selama masa pandemi Covid-19 di wilayahnya yakni dari 31 Maret hingga 31 Mei 2020.

Dia menjelaskan, kurun waktu hampir tiga bulan di Sulteng telah terjadi 170 kasus lakalantas, dengan korban tewas 51 orang, luka berat 77, luka ringan 199 orang.

“Tanpa luka 104 orang, luka tidak diketahui 10 orang, dan kerugian materi Rp 582.050.000,” katanya, Jumat (5/6/2020).

Kingkin mengatakan, untuk kecelakaan tunggal terdapat 16 kasus dengan korban meninggal delapan orang, luka berat tiga orang, luka ringan 12 orang, dan kerugian materii Rp 100.500.000, sedangkan kasus laka menonjol nihil.

Sementara untuk kecelakaan tabrak lari ada delapan kasus dengan seorang korban meninggal dunia, empat orang luka berat, lima luka ringan, dengan kerugian materi Rp 3.100.000.

Untuk tabrak beruntun lima kasus dengan korban meninggal satu orang, luka berat tiga orang, luka ringan 12 orang, dengan kerugian materii Rp 68.400.000.

Mantan perwira menengah yang bertugas di Korlantas Polri itu lebih lengkap menyampaikan berdasarkan fungsi jalan yang banyak terjadi laka adalah di jalan arteri yaitu 100 kasus laka, berdasarkan status jalan kasus laka banyak terjadi di jalan provinsi yaitu 67 kasus, jalan kabupaten/kota 54 kasus, dan jalan nasional 37 kasus.

Sedangkan orang sebagai korban dilihat dari usianya terbanyak berusia antara 15-19 tahun yaitu 48 orang, berdasarkan pekerjaan korban terbanyak pelajar/mahasiswa 49 orang, ditinjau dari latar belakang pendidikan korban SLTA 54 orang, SMP 33 orang dan SD 15 orang, S1 delapan orang, dan tidak diketahui riwayat pendidikannya 76 orang.

Sementara untuk pelaku lakalantas dilihat dari latar belakang profesi terbanyak pelajar/mahasiswa 20 orang.

Dilihat dari kelompok usia, terbanyak usia antara 10-14 tahun sebanyak 12 orang, latar belakang pendidikan pelaku yang terlibat lakalantas terbanyak SLTA/sederajat 19 orang.

Pelaku dilihat dari kepemilikan SIM yaitu yang punya SIM A 1 orang, SIM B2 1 orang, SIM C 4 orang, tanpa SIM 27 orang, sedangkan untuk jenis kendaraan yang terlibat laka terbanyak adalah jenis sepeda motor (R2/R3) ada 101 kendaraan. CAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 54 times, 1 visits today)

News Feed