oleh

Waduh! Lima Makanan Populer Ini Terancam Punah Dalam Hitungan Tahun

Makanan Populer Terancam Punah Foto: iStock

SultengTerkini.Com, JAKARTA– Banyak makanan populer yang mudah ditemukan tapi ternyata terancam punah dalam hitungan tahun seperti madu, susu, sampai seafood.

Produksi makanan terus berkembang dan berubah setiap tahunnya yang mempengaruhi pilihan makanan orang dari generasi ke generasi. Menurut situs Eat This Not That (04/06), perilaku konsumen ternyata memainkan peran penting dalam sistem kesehatan hingga ekosistem.

Mulai dari isu pemanasan global hingga ancaman kesehatan semuanya mempengaruhi stok beberapa makanan. Berikut lima makanan populer yang terancam punah dalam hitungan tahun.

1. Susu

Susu dikonsumsi hampir di seluruh dunia. Mulai dari menu sarapan, bahan masakan, sampai olahan makanan semuanya menggunakan susu. Tapi ternyata susu masuk ke dalam salah satu makanan yang terancam punah.

Menurut data yang dihimpun oleh produsen susu Dean Foods dan Borden Dairy, perubahan perilaku konsumen tentu saja mengubah industri susu. Lewat data yang dicatat oleh Departemen Pertanian Amerika setidaknya konsumsi susu terus menurun sebanyak 41% dari tahun 1975 ke 2018.

Hal ini disebabkan karena banyaknya warga Amerika yang mengganti menu sarapan mereka sejak 20 tahun lalu. Menu sarapan sehat menggeser menu sereal dan susu. Banyak juga yang beralih mengonsumsi susu kedelai, susu kacang almond, hingga santan.

Permasalahan selanjutnya juga datang dari peternak susu sapi yang mulai kehilangan tempat karena banyak perusahaan retail seperti Walmart yang memiliki peternakan susu sendiri. Hal ini menyebabkan susu diambang kepunahan dalam hitungan tahun.

2. Jus Jeruk

Tak ada yang menyangka bahwa jus jeruk yang juga populer di seluruh dunia ternyata mulai ditinggalkan oleh penggemarnya secara perlahan. Di berbagai negara barat, jus jeruk ini mirip seperti teh atau kopi di pagi hari.

Namun konsumsi jus jeruk terus menurun hingga angka 40% sejak akhir tahun 1990-an. Penyebabnya mirip seperti susu, banyak orang yang beralih ke gaya hidup sehat dan melakukan diet rendah gula.

Salah satunya seperti di Amerika, dulu jus jeruk jadi minuman wajib saat sarapan. Kini sudah jarang orang yang minum jus jeruk di pagi hari. Untungnya konsumsi jus jeruk belakangan meningkat setelah COVID-19 karena banyak orang yang mencari minuman tinggi vitamin C.

3. Seafood

Seafood digunakan dalam setiap jenis masakan di berbagai negara. Namun seafood juga berada diambang kepunahan karena masalah ekosistem dan lingkungan yang tidak bisa dijaga oleh manusia.

Menurut laporan dari World Wildlife Federation, jika para nelayan tetap mencari ikan atau biota laut lainnya di tempat yang sama. Maka bumi akan kehilangan ikan untuk dimakan pada tahun 2048.

Data lain juga menunjukkan bahwa lebih dari 85% perikanan dunia sepenuhnya dieksploitasi atau dieksploitasi secara berlebihan. Ditamba dengan beberapa jenis ikan yang diambang kepunahan karena terus diburu seperti bluefin tuna, Atlantic cod, dan ikan chilean.

4. Daging Pabrik

Meningkatnya kesadaran konsumen tentang keseatan membuat permintaan pasar akan daging dari pabrik atau dikenal dengan nama factory farmed meat terus berkurang. Banyak orang yang mulai melirik alternatif daging dari tumbuhan atau plant based meat.

Selain itu industri daging yang dikembangkan di laboratorium juga terus berkembang. Mulai dari daging yang dikembangkan dari lemak hewan sampai daging yang dikembangkan dari beberapa tumbuhan.

Dalam beberapa tahun ke depan konsumen akan dihadapkan dengan produk daging buatan lab yang lebih ramah lingkungan. Sehingga industri daging pabrik mulai terancam dan bisa menghilang dalam hitungan puluhan tahun.

5. Madu

Madu sudah ada sejak dulu dan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Meski populasi lebah madu masih banyak tapi menurut ahli lebah bernama Hillary Kearney, lebah madu terancam punah kare pestisida yang digunakan.

Contoh yang paling terlihat jelas ada d Amerika, menurut peternak lebah di sana setidaknya mereka kehilangan 40% lebah madu antara tahun 2018-2019.

Sampai saat ini para ahli masih meneliti untuk mencari penyebab mengapa hal ini bisa terjadi dan bagaimana cara menghentikannya. Dengan kurangnya lebah madu maka sudah pasti produksi madu juga akan terus berkurang.

(sumber: detik.com)

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 24 times, 1 visits today)

News Feed