oleh

Bumil Wajib Tahu, Lima Aturan Penting Sebelum Melahirkan di Tengah Pandemi Corona

ATURAN penting sebelum melahirkan di tengah pandemi Corona. (Foto: Getty Images/iStockphoto/)

SultengTerkini.Com, JAKARTA– Kehamilan adalah waktu penuh antisipasi juga kegembiraan bagi sebagian besar keluarga. Sayangnya, rasa takut, gelisah dan cemas banyak dialami ibu hamil di masa pandemi Virus Corona.

Sebelum melahirkan pun ada banyak hal yang harus dipersiapkan agar ibu hamil terhindar dari risiko tertular virus Corona.

Untuk itu, guna mempersiapkan diri sebelum melahirkan di masa pandemi virus Corona, berikut hal penting yang perlu Bumil ketahui.

1. Lakukan proteksi

Kehamilan sendiri, secara alami menyebabkan imunitas menurun yang membuat ibu hamil rentan terinfeksi virus. Beberapa penelitian juga menyebut ibu hamil memiliki risiko mengembangkan komplikasi akibat COVID-19.

Para ahli yang tergabung dalam POGI mengatakan Diperlukan konsultasi ke spesialis obstetri dan spesialis terkait untuk melakukan skrining antenatal, perencanaan persalinan dalam mencegah penularan Corona. Menjelang persalinan, biasanya ibu hamil akan lebih sering mengunjungi dokter.

Beberapa langkah proteksi yang bisa dilakukan selama di luar rumah adalah:

– Cuci tangan Anda dengan sabun dan air sedikitnya selama 20 detik. Gunakan hand sanitizer berbasis alkohol yang setidaknya mengandung alkohol 70 persen hanya jika air dan sabun tidak tersedia.
– Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang belum dicuci.
– Sebisa mungkin hindari kontak dengan orang yang sedang sakit.
– Menjaga jarak setidaknya 1 meter selama berada di luar rumah.
– Mengenakan masker

2. Pilihan tempat bersalin

Pilihan tempat bersalin baik klinik, rumah sakit atau di rumah punya manfaat dan risiko masing-masing. Namun di masa pandemi COVID-19 ACOG percaya bahwa tempat teraman untuk melahirkan masih rumah sakit atau klinik bersalin terakreditasi.

Ini mempertimbangkan kemungkinan masalah yang bisa timbul selama persalinan. Rumah sakit dan klinik juga punya alat dan fasilitas yang lebih memadai sehingga akan lebih cepat tertangani apabila timbul komplikasi.

Tentunya setiap wanita memiliki hak untuk memilih di mana dia akan melahirkan. Tetapi penting untuk mengambil risiko yang paling rendah terutama dengan penyebaran virus Corona seperti saat ini.

3. Tes rapid atau swab

“Tes ini wajib dilakukan oleh ibu hamil dan yang akan mendampingi melahirkan. Jika sudah pernah dilakukan tes tapi sudah lewat dari dua pekan, maka wajib dites lagi,” tutur dr Triani Ismella, SpOG dari Rumah Sakit Pusat Pertamina dikutip dari HaiBunda.

4. Metode persalinan

POGI menyebut sampai saat ini belum ada bukti klinis kuat merekomendasikan salah satu cara persalinan, jadi persalinan berdasarkan indikasi obstetri dengan memperhatikan keinginan ibu dan keluarga.

Pilihan operasi caesar biasanya diwajibkan bagi bumil dengan masalah gangguan respirasi yang membutukan persalinan segera atau infeksi herpes genital, HIV, atau kehamilan dengan posisi janin yang tidak normal.

5. Bolehkah ditemani?

Upaya untuk meminimalisir risiko penularan COVID-19 bagi ibu hamil adalah meminimalkan jumlah anggota keluarga yang memasuki ruang bersalin. Hanya satu orang pendamping baik suami atau anggota keluarga lain yang bisa menemani pasien.

Orang yang menemani pun harus diinformasikan mengenai risiko penularan dan disarankan memakai APD yang sesuai saat menemani pasien.

(sumber: detik.com)

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 24 times, 1 visits today)

News Feed