oleh

Polisi Tahan 13 Penganiaya Tim Gugus Tugas PSBB di Buol

POLISI menahan 13 penganiaya Tim Gugus Tugas PSBB di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. FOTO: HUMAS

SultengTerkini.Com, BUOL– Setelah melakukan pemeriksaan secara maraton oleh tim penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Buol, akhirnya 13 orang ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan kepolisian.

Demikian disampaikan Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Polisi Didik Supranoto di Palu, Selasa (26/5/2020).

Didik mengatakan, 13 orang tersangka itu ditahan karena terlibat dalam kasus kekerasan secara bersama-sama terhadap tim gugus tugas Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kecamatan Gadung yang dipimpin oleh Camat Gadung Jamaludi Riu.

Saat itu tim gugus tugas melaksanakan pemantauan di lapangan karena adanya informasi pelaksanaan Salat Idul Fitri di Masjid Al-Nikmat Desa Lripubogu Kecamatan Gadung, Ahad (24/5/2020).

Belasan tersangka itu ditahan setelah sebelumnya dilakukan rapid tes yang hasilnya negatif.

Didik menuturkan, penahanan terhadap 13 orang tersangka dilakukan terpisah dan ditempatkan di rutan Polsek Bokat dan Polsek Momunu.

Hal itu dilakukan karena kapasitas di rutan Polres Buol yang terbatas dan untuk menghindari kontak dengan tahanan lain.

“Penahanan terhitung mulai tanggal 25 dan 26 Mei 2020,” katanya.

Adapun tersangka yang ditahan tersebut seluruhnya warga Desa Lripubogu Kecamatan Gadung dengan identitas masing-masing berinisial HS, AD, SS, KA, AM, Z, SH, JS, ID, IP, SL, IR dan RI.

Para tersangka dikenakan dalam pasal 170 ayat (2) ke-1e subsider pasal 351 ayat (1) junto pasal 55 ayat (1) KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara.

Didik menjelaskan, kasus itu terjadi usai pelaksanaan Salat Idul Fitri.

Tim pun menghormati dan menghargai masyarakat yang Salat Idul Fitri walaupun itu sudah melakukan pelanggaran aturan PSBB, sehingga ditunggu sampai selesai.

Saat itu kepala desa yang termasuk dalam tim gugus tugas bersama beberapa aparatnya mendatangi jemaah untuk menanyakan penanggung jawab Salat Idul Fitri.

Tetapi yang diperoleh bukannya jawaban baik, oknum masyarakat langsung melakukan pemukulan terhadap kepala desa dan aparat setempat yang mendampingi.

Kekerasan dapat dilerai setelah camat dibantu Kapolsek Bonobugu berupaya meredam situasi.

Dia menyayangkan dalam momen Idul Fitri seharusnya saling memaafkan walaupun tanpa berjabat tangan.

Terlebih kata dia, dalam suasana negara tertimpa musibah pandemi Covid-19, termasuk wilayah Sulawesi Tengah dan Kabupaten Buol tercatat terbanyak warganya yang positif terpapar covid-19 dan satu-satunya kabupaten di Sulteng yang sudah menerapkan PSBB.

“Terlebih beberapa hari sebelum pelaksanaan Salat  Idul Fitri sudah jelas apa yang menjadi imbauan pemerintah, Majelis Ulama Indonesia tentang larangan melaksanakan Salat Idul Fitri di wilayah zona merah, sehingga konsekuensinya ini merupakan pelanggaran PSBB dan ada unsur pidana sehingga kepolisian harus memberikan tindakan tegas sesuai undang-undang,” tutur Didik Supranoto. HAL

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 268 times, 1 visits today)

News Feed